Foto: Melihat 'Parthenon' Bawah Tanah Pencegah Banjir di Tokyo, Jepang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pekerja berada di tangki air saluran pembuangan bawah tanah metropolitan di Kasukabe, prefektur Saitama, Tokyo, Jepang. Foto: Charly TRIBALLEAU/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja berada di tangki air saluran pembuangan bawah tanah metropolitan di Kasukabe, prefektur Saitama, Tokyo, Jepang. Foto: Charly TRIBALLEAU/AFP

Parthenon bawah tanah Jepang, merupakan sebuah kompleks gua yang berfungsi melindungi Tokyo dan daerah sekitarnya dari bencana banjir. Sistem anti banjir berupa saluran air bawah tanah ini terletak di Kasukabe, prefektur Saitama, Tokyo, Jepang.

Nama Parthenon diambil karena bendungan air bawah tanah ini menyerupai bangunan bersejarah di Yunani. Pilar-pilar besar seberat 500 ton, masing-masing menopang waduk utama berupa tangki beton sepanjang dua lapangan bola.

Di atas tanah terdapat bangunan seperti katedral yang membentuk reservoir utama tangki banjir di Kasukabe, saluran air terbesar di dunia.

Seorang pekerja berdiri di tangki air saluran pembuangan bawah tanah metropolitan di Kasukabe, prefektur Saitama, Tokyo, Jepang. Foto: Charly TRIBALLEAU/AFP

Waduk Kasukabe terhubung ke terowongan sepanjang 6,3 kilometer, dan memiliki sistem melepaskan air yang terkumpul ke sungai Edogawa di dekatnya, dengan kecepatan yang setara dengan pemakaian kolam renang sepanjang 25 meter setiap detik, dengan kekuatan mesin jumbo-jet.

Air berlebih akan mengalir secara otomatis, dan operator memompanya keluar dari tangki utama ketika sudah mendekati kapasitasnya.

Tangki air raksasa ini dibangun pada tahun 2006, dengan biaya 230 miliar yen atau sekitar Rp 32,1 miliar.

Dilansir AFP, di tahun ini fasilitas anti banjir itu, sudah digunakan tujuh kali hingga September, setelah musim hujan yang sangat panjang di Tokyo. Waduk telah membantu mengurangi jumlah rumah yang terkena kerusakan akibat banjir di daerah sekitar sekitar 90 persen.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

embed from external kumparan