Foto: Melihat Sisa-sisa Kebakaran Permukiman Kumuh di Bangladesh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
zoom-in-whitePerbesar
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain

Kebakaran melanda daerah permukiman kumuh di Rupnagar, Dhaka, Bangladesh pada Rabu (11/3). Kebakaran ini menghanguskan ratusan gubuk yang ditempati ribuan orang.

Sebanyak 150 petugas pemadam berhasil memadamkan api selama 3 jam. Belum ada laporan korban jiwa akibat kebakaran ini. Saat ini penyebab kebakaran belum diketahui.

Warga yang terdampak kebakaran saat ini mencari puing-puing yang masih bisa digunakan kembali.

Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Relawan dari Bulan Sabit Merah mencari puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
Warga beraktivitas diantara puing-puing bangunan pascakebakaran permukiman kumuh di Dhaka, Bangladesh. Foto: REUTERS / Mohammad Ponir Hossain