Foto: Nasib Hiu di Indonesia Berakhir di Mangkuk Sup

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah laki-laki memotong ikan hiu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah laki-laki memotong ikan hiu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Masih tingginya permintaan sirip hiu membuat beberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjual ikan hiu. Daging dan sirip hiu tersebut biasanya disajikan untuk diolah menjadi sup.

TPI Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Selong, Lombok Timur, NTB adalah salah satu yang menyediakan hiu. Di TPI tersebut menjual hiu dari berbagai spesies diperdagangkan, antara lain hiu kejen atau silky shark.

Seorang laki-laki memasukkan potongan daging ikan hiu ke dalam kantong plastik. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Setiap harinya di TPI tersebut membutuhkan 200 ekor ikan hiu untuk dijual dagingnya ke pemasok seharga Rp30 ribu per kg.

Namun ironisnya beberapa jenis hiu yang diperdagangkan masuk dalam daftar Apendiks II Convention on International Trade of Endangered species(Konvensi Perdagangan Spesies Terancam Punah).

Apendix II merupakan daftar hewan yang akan terancam punah jika perdagangannnya tidak dikontrol. Sampai saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hanya melindungi hiu paus dari perdagangan dan penangkapan. Selain itu, larangan ekspor diberlakukan untuk hiu martil dan hiu koboi.

Selain itu, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), kini 17 spesies hiu di dunia sedang menghadapi ancaman kepunahan. Hal ini merujuk pada bukti-bukti yang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan bahwa spesies hiu semakin rentan punah dan jumlah populasi mereka kian menyusut.

"Hasil riset kami mengkhawatirkan tapi (sebetulnya) tidak mengejutkan,"kata Profesor Nicholas Dulvy, Ketua Shark Specialist Group (SSG) IUCN yang juga aktif mengajar di Simon Fraser University, dilansir IFLScience.

Nelayan memuat ikan hiu ke mobil di tempat pelelangan ikan. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Nelayan memotong sirip ikan hiu hasil tangkapannya di Pelabuhan Ikan Samudera Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/12/2018). Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Nelayan memotong ikan hiu hasil tangkapannya di Pelabuhan Ikan Samudera Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/12/2018). Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Seorang pekerja membawa hiu untuk mengumpulkan siripnya di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Sirip ikan hiu yang dikeringkan di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja menurunkan hiu hasil tangkapan di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja membawa hiu untuk mengumpulkan siripnya di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja membawa hiu untuk mengumpulkan siripnya di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja membawa hiu untuk mengumpulkan siripnya di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja mengeringan potongan hiu di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Seorang pekerja membawa hiu untuk mengumpulkan siripnya di kawasan Kalibaru Jakarta. Foto: REUTERS / Beawiharta
Komoditas hiu Indonesia Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Komoditas hiu Indonesia Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Pekerja memotong sirip hiu Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi Sup Sirip Ikan Hiu Foto: Photomaniakung/Shutterstock
Ilustrasi Bagar Hiu Foto: Instagram @kedai_daun_bakung