Foto: Pemukiman Danau Tertua di Eropa Ditemukan di Albania
·waktu baca 2 menit
Arkeolog yang melakukan penelitian di Danau Ohrid, Albania meyakini telah menemukan pemukiman manusia tertua yang dibangun di danau Eropa. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bukti komunitas berburu dan bertani terorganisir yang hidup hingga 8.000 tahun yang lalu.
Tim dari Swiss dan Albania ini menghabiskan berjam-jam setiap hari tiga meter di bawah air, dengan tekun mengambil kayu yang menopang rumah-rumah.
Mereka juga mengumpulkan tulang-tulang hewan peliharaan dan liar, benda-benda tembaga, dan keramik yang menampilkan ukiran-ukiran detail.
Dikutip dari Reuters, arkeolog dari Universitas Bern, Albert Hafner, mengatakan pemukiman serupa telah ditemukan di wilayah Alpen dan Mediterania, tetapi pemukiman di desa Lin berusia setengah millenium lebih tua, berusia antara 6.000 dan 8.000 tahun.
"Karena berada di bawah air, bahan organiknya terawetkan dengan baik dan ini memungkinkan kami untuk mengetahui apa yang telah dimakan dan ditanam oleh orang-orang ini," kata Hafner.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Danau Ohrid, yang terletak di antara Makedonia Utara dan Albania, merupakan danau tertua di Eropa, dengan usia lebih dari satu juta tahun.
Usia temuan ini ditentukan melalui penanggalan radiokarbon dan dendrokronologi, yang mengukur lingkaran pertumbuhan tahunan pada pohon. Lebih dari seribu sampel kayu telah dikumpulkan dari situs tersebut, yang kemungkinan telah dihuni oleh beberapa ratus orang.
Hafner mengatakan temuan menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di danau tersebut turut menyebarkan pertanian dan peternakan ke wilayah lain di Eropa.
"Mereka masih berburu dan mengumpulkan barang, tetapi pendapatan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup berasal dari pertanian," katanya.
Arkeolog Albania, Adrian Anastasi, mengatakan bahwa mungkin diperlukan waktu puluhan tahun untuk menjelajahi area tersebut sepenuhnya.
"Dari cara mereka hidup, makan, berburu, memancing, dan dari cara arsitektur yang digunakan untuk membangun permukiman mereka, kita dapat mengatakan bahwa mereka sangat cerdas pada masa itu," kata Anastasi.
