Foto: Penanganan Cepat ke Ratusan Santri yang Keracunan usai Santap MBG
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026) dini hari.
Mereka keracunan diduga setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah santri yang mengalami hal itu sekitar 500 orang.
Berdasarkan data penanganan medis terbaru, santri dirawat di delapan rumah sakit di Sidoarjo. Sebanyak 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Sementara itu 65 pasien masih menjalani rawat inap, dan 115 pasien lainnya masih dalam penanganan observasi.
Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim yang juga Ketua Satgas MBG Jatim, menyebut semua pasien sudah tertangani.
“Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini, ini kemudian dalam waktu yang sangat pendek ya, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang, mohon maaf, terbengkalai pasien,” ucap Emil.
Menurut Emil, berdasarkan data yang didapatnya, santri yang jadi korban tidak hanya dari satu pesantren. Namun, pemasok MBG yang dikonsumsi santri tersebut berasal dari SPPG yang sama.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kali Tengah,” ucap Emil.
Teguh Bayu Wibowo selaku Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur menyatakan SPPG yang dimaksud sudah diberhentikan.
“Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional,” ujar dia.
