Foto: Perjuangan Guru di Panama Mengajar Anak-anak di Desa saat Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru Panama Graciela Bouche (kanan) memberikan pelajaran kepada anak-anak adat Embera di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Guru Panama Graciela Bouche (kanan) memberikan pelajaran kepada anak-anak adat Embera di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP

Seminggu sekali, seorang guru Graciela Bouche menaiki kano dari kota kecilnya di hutan hujan Panama ke desa adat sekitar dua kilometer jauhnya di mana internet tidak dapat menggantikan ruang kelas yang tertutup.

Sebelumnya anak-anak harus menempuh jarak 15 kilometer untuk dapat sampai ke sekolah. Untuk sampai ke sana, orang tua mereka harus membawa mereka dengan perahu ke titik pertemuan di mana mereka naik bus selama 40 menit perjalanan.

Guru Panama Graciela Bouche (kanan) dibawa oleh seorang wanita adat Embera di atas perahu "piragua" di Sungai Chagres, di pemukiman Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP

Sekolah itu, seperti banyak sekolah lain di seluruh dunia, ditutup tahun lalu karena pandemi virus corona.

Tetapi sementara teman-teman perkotaan mereka kebanyakan melanjutkan sekolah mereka secara online, Bouche mengatakan anak-anak Ella Puru dengan cepat mulai tertinggal, tanpa jaringan listrik dan penerimaan telepon seluler yang tidak teratur membuat pembelajaran virtual menjadi sulit.

Anak-anak adat Embera mengikuti kelas virtual di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP
Anak-anak adat Embera menunggu camilan selama kelas dengan guru Panama Graciela Bouche di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP

"Kadang-kadang sinyal telepon menghilang, atau tidak ada data atau saya tidak memiliki kartu yang dapat digunakan untuk menghubungkan anak, dan karena ada banyak halaman web, sulit untuk masuk," kata penduduk berusia 27 tahun Evelyn Cabrera, yang putranya duduk di kelas satu.

"Perjalanannya agak panjang dan berbahaya, tapi dia (Bouche) melakukannya dengan cinta untuk anak-anak dan kami sangat menghargainya," tambahnya.

Guru Panama Graciela Bouche (tengah) memberikan pelajaran kepada anak-anak adat Embera di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP
Anak-anak adat Embera berjalan ke kelas di komunitas Ella Puru Embera, provinsi Colon, Panama, pada 09 Maret 2021. Foto: LUIS ACOSTA/AFP

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

embed from external kumparan