Foto: Polisi di India Gunakan Helm Virus Corona saat Razia Warga

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Foto: Reuters/P. Ravikumar
zoom-in-whitePerbesar
Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Foto: Reuters/P. Ravikumar

Seorang perwira Polisi di India, Rajesh Babu, mengenakan helm berbentuk virus corona saat meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India, Sabtu (28/3/2020). Dilansir Indiatoday, Sabtu (28/3), cara ini bertujuan agar warga menerapkan social distancing dan tetap berada di rumah.

Helm virus corona tersebut merupakan hasil karya seorang seniman lokal bernama Gowtham. Ia mewarnai seluruh bagian luar helm dengan cat warna merah dan menempelkan kertas yang dibuat menyerupai paku mahkota virus corona.

"Saya datang dengan ide itu dan menggunakan helm dan kertas untuk membuat helm corona. Saya juga telah menyiapkan banyak plakat yang menampilkan slogan tetap berada di rumah dan menyerahkannya kepada polisi," jelas Gowtham.

Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Foto: Reuters/P. Ravikumar
Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Foto: Reuters/P. Ravikumar
Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Foto: Reuters/P. Ravikumar

Sementara itu, inspektur polisi Rajesh Babu mengakui helm virus corona ini terbukti membuat warga menjadi sadar.

"Kami telah mengambil semua langkah, tetapi orang-orang masih keluar di jalan-jalan. Oleh karena itu, helm corona ini adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk memastikan bahwa orang-orang sadar," jelas Rajesh Babu.

Sementara itu dilansir Reuters, cara ini dianggap cukup efektif daripada cara brutal yang dilakukan polisi di Mumbai dengan memukuli dan menyabet warga yang keluar rumah selama lockdown dengan tongkat.

Petugas kepolisian menyetop warga yang keluar rumah saat lockdown di Chennai, India, Rabu (25/3). Foto: Reuters/P. Ravikumar
Petugas menyemprot cairan disinfektan di Chennai, India, Kamis (26/3). Foto: Reuters/P. Ravikumar