Foto: Potret Demo Rusuh Tolak Omnibus Law di Berbagai Daerah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa aksi melempar botol ke arah polisi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi melempar botol ke arah polisi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja kembali digelar para buruh dan mahasiswa pada Kamis (8/10).

Beberapa aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia, berujung ricuh. Massa terlibat bentrokan dengan para aparat kepolisian.

Aksi lempar batu dan botol, serta pengrusakan mobil polisi terjadi di tengah demonstrasi. Massa juga berusaha menerobos pagar gedung DPRD di sejumlah daerah, bahkan beberapa berhasil dirobohkan.

Asap hitam mengepul di tengah kerumunan massa yang membakar ban dan sejumlah spanduk. Polisi pun berusaha memukul mundur massa dengan water canon dan gas air mata.

Sejumlah pengunjuk rasa menyerang mobil polisi di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten, Kamis (8/10). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

RUU Cipta Kerja yang disahkan menjadi undang-undang oleh DPR pada Senin (5/10) lalu, membuat ribuan orang di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu turun ke jalan untuk memprotes undang-undang tersebut. UU Cipta Kerja dinilai hanya berpihak kepada pengusaha, namun merugikan buruh dan pekerja.

Aksi protes dan pemogokan para buruh telah berlangsung selama 3 hari berturut-turut sejak Selasa (6/10) lalu hingga hari ini (8/10).

Dilansir Reuters, dalam dua hari terakhir, hampir 600 orang telah ditahan, dan dua siswa terluka parah, sementara polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

embed from external kumparan