Foto: Rencana Relokasi Warga Terdampak Bendungan Jragung di Semarang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Patok penanda kaveling untuk warga Dusun Kedungglatik yang terdampak pembanguan Bendungan Jragung telah terpasang di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/7).

Kementerian PUPR menghibahkan lahan seluas 16,8 hektare kepada Pemkab Semarang. Lahan tersebut nantinya digunakan untuk merelokasi dan bantuan 82 unit panel rumah anti gempa kepada 117 kepala keluarga yang terdampak pembangunan Bendungan Jragung.

Pembangunan Bendungan Jragung masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Bendungan yang menelan biaya pembangunan Rp 2,3 triliun itu ditargetkan akan rampung pada akhir 2024.

Bendungan Jragung memiliki luas genangan 503,1 hektare dengan kapasitas tampung 90 juta meter kubik.

Nantinya, bendungan ini untuk menyuplai kebutuhan air baku di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.

Selain untuk penyediaan ari baku, Bendungan Jragung juga memiliki fungsi untuk mengendalikan banjir, sumber irigasi untuk sektor pertanian, serta berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 1.400 kw.

Mobil Ditjen SDA Kementerian PUPR beroperasi dalam pembuatan sumur bor untuk fasilitas air bersih di lahan relokasi warga terdampak Bendungan Jragung di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (31/7/2024). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO