Foto Satelit Sebelum dan Sesudah Ledakan di Lebanon

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase foto satelit kondisi pelabuhan Beirut, Lebanon sebelum ledakan (kiri) dan sesudah ledakan (kanan). Lokasi ledakan ditandai dengan lingkaran merah. Foto: Planet Labs Inc / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kolase foto satelit kondisi pelabuhan Beirut, Lebanon sebelum ledakan (kiri) dan sesudah ledakan (kanan). Lokasi ledakan ditandai dengan lingkaran merah. Foto: Planet Labs Inc / via REUTERS

Ledakan di Beirut, Lebanon telah menewaskan sedikitnya 135 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ledakan itu mengguncang gedung-gedung, menghancurkan jendela, serta menimbulkan kepulan asap ke langit.

Mengutip Reuters, gambar sebelah kiri adalah foto satelit dari Planet Labs menunjukkan pelabuhan Beirut sebelum ledakan terjadi tepatnya pada tanggal 31 Mei 2020.

Sementara gambar di sebelah kanan merupakan gambar setelah kejadian, tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2020 yang tampak terlihat rata.

Kolase foto satelit kondisi pelabuhan Beirut, Lebanon sebelum ledakan (kiri) dan sesudah ledakan (kanan). Lokasi ledakan ditandai dengan lingkaran merah. Foto: Maxar Technologies / via REUTERS

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan ledakan di Lebanon kekuatannya begitu dahsyat. Saking besarnya, ledakan itu memicu terjadi gelombang seismik setara gempa berkekuatan 3,3 magnitudo.

Sebelumnya, Perdana Menteri Libanon, Hassan Diab mengumumkan gudang di pelabuhan Beirut yang meledak menyimpan 2.750 ton amonium nitrat, senyawa kimia yang biasa dipakai untuk bahan pupuk dan bahan peledak.

Foto satelit kondisi pelabuhan Beirut, Lebanon sebelum ledakan. Foto: Planet Labs Inc / via REUTERS
Foto satelit kondisi pelabuhan Beirut, Lebanon sesudah ledakan. Lokasi ledakan ditandai dengan lingkaran merah. Foto: Planet Labs Inc / via REUTERS

Pada Selasa (4/8) waktu setempat, pejabat pelabuhan Beirut ditetapkan sebagai tahanan rumah. Para pejabat itu dinilai bertanggung jawab atas pengawasan, penyimpanan, serta keamanan sejak 2014.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)