Foto: Semangat 4 Pelajar Tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar Ikut UN

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan

Sebanyak 4 pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), Senin (22/4). Para pelajar ini menggunakan huruf Braille untuk mengerjakan soal ujian.

Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Denpasar, I Ketut Sumartawan, mengatakan penggunaan huruf Braille ini untuk membantu pelajar menyelesaikan soal ujian. Setelah empat pelajar ini mengejarkan soal ujian, para guru pengawas akan menyalin jawaban pelajar ke abjad Indonesia.

"Anak-anak yang ikut itu berjumlah empat orang. Mulai hari ini ujian Bahasa Indonesia. Itu kami sudah menerima Braille dari pusat sudah disiapkan sejumlah anak, semua sudah ada Braillenya. Nanti setelah dikerjakan oleh anak-anak, setelah itu baru disalin pengawas latin supaya nanti bisa diperiksa dinas pendidikan, " kata dia kepada wartawan, Senin (22/4).

Seorang pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan

Pantauan kumparan, empat pelajar yang terdiri dari tiga siswa dan satu siswi ini mulai hadir di ruangan ujian sejak pukul 10.00 WITA. Sebelum ujian dilaksanakan pada pukul 10.30 WITA, para remaja yang berusia 12 hingga 14 tahun ini juga tampak mengambil potret mengabadikan momen bersama guru mereka.

Selanjutnya, dua pengawas ujian mulai membacakan syarat dan teknis pengerjaan soal ujian. Kertas jawaban dan soal ujian pun dibagikan. Dua pengawas itu pun tampak ikut membantu pelajar mengisi identitas di lembar jawaban. Lalu, empat pelajar ini pun mengerjakan soal ujian dengan khusyuk.

Empat pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan

Sumartawan mengatakan, saat ujian, para pelajar itu diimbau untuk menyelesaikan soal secara mandiri. Namun, para pelajar akan tetap diberikan pendampingan bila kesulitan. Adapun mata pelajaran yang akan diikutsertakan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Karena dia sudah huruf Braille tentu (tidak ada pendampingan). Kecuali mengalami kesulitan ada istilah atau kode-kode yang tertentu mereka tidak paham mungkin akan dia bertanya kepada pengawas, selama mereka memahami huruf Braille itu mereka akan jalan terus," kata dia.

Sumartawan juga mengungkapkan telah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi empat pelajar ini untuk ikut ujian. Mulai dari kisi-kisi soal hingga persiapan mental.

Empat pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan

"Biasa kami semacam latihan untuk bagaimana mengikuti ujian nasional dengan baik baik secara mental maupun fisik, kita siapkan anak-anak sehingga nanti saat mendapatkan hasil yang baik," kata dia.

Sumartawan mengatakan, ada sebanyak 211 siswa dari tingkat sekolah dasar dan menengah atas dididik di Gedung SLB Negeri 1 Denpasar. 211 ini terdiri dari siswa buta, tuli, bisu tunagrahita dan tunadaksa. Adapun jumlah guru yang mengajar adalah 35 orang.

Seorang pelajar tunanetra SLB Negeri 1 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), Senin (22/4). Foto: Denita Matondang/kumparan