Foto: Siswa di Gaza Kembali ke Sekolah, Pertama Kali dalam Tiga Tahun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Anak-anak Palestina di Gaza kembali mengikuti pembelajaran tatap muka untuk pertama kalinya sejak Sabtu (19/9). Sekolah tatap muka kembali dilaksanakan setelah hampir tiga tahun imbas konflik Hamas-Israel.

Para murid belajar di gedung sekolah yang rusak, bangunan darurat serta tenda. Beberapa dari mereka datang tanpa seragam, buku tulis, maupun pena yang harganya tak terjangkau oleh banyak warga.

Dikutip dari Reuters, Direktur pendidikan untuk wilayah Khan Younis Ibrahim Ramadan mengatakan, pembukaan kembali sekolah ini merupakan tonggak pencapaian bagi Gaza setelah konflik yang menewaskan sekitar 22 ribu siswa dan 770 tenaga pendidikan.

"Terakhir kali saya bersekolah adalah tiga tahun yang lalu. Kini, kami memulai tahun ajaran baru," ujar Moayed Abu Mustafa, salah satu murid di Khan Younis.

Para siswa Palestina mengikuti hari pertama tahun ajaran baru di ruang kelas tenda di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, Sabtu (19/9/2026). Foto: Ramadan Abed/REUTERS

Mustafa juga menyambut tahun ini dengan penuh sukacita, kebahagiaan, dan keberhasilan. Ia juga bertekad untuk belajar meskipun hanya duduk di lantai tenda yang minim ventilasi, tidak memiliki sepatu yang layak, tidak punya buku tulis maupun pena, serta kehilangan teman-temannya selama perang.

Kementerian pendidikan dengan dukungan organisasi internasional dan lokasi tetap melanjutkan tahun ajaran 2026/27 dengan mendirikan puluhan sekolah darurat yang terbuat tenda, terpal, lembaran logam, dan kayu untuk menampung para siswa.

Beberapa sekolah didirikan di atas tanah berpasir, sementara sekolah lain memiliki ruang kelas yang berisi kasur dan papan tulis. Ada pula sekolah yang masih menjadi tempat penampungan bagi puluhan keluarga pengungsi.

Setidaknya 540.000 siswa diperkirakan akan mengikuti pembelajaran tatap muka tahun ini di sekolah swasta darurat, pusat pembelajaran sementara, dan titik-titik pendidikan dengan dukungan UNICEF. Pembelajaran daring akan tetap dilanjutkan bagi mereka yang tidak dapat hadir di kelas atau yang telah meninggalkan Gaza selama perang berlangsung.