Foto: Siswa Korban Gempa di Nagekeo, NTT, Kini Belajar di Tengah Panas dan Debu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sejumlah sekolah di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) diizinkan untuk mengurangi durasi waktu belajar mengajar pascagempa pada Selasa (20/10/2026).

Kebijakan ini diambil imbas kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam tenda darurat dinilai makin tidak kondusif saat siang hari karena suhu udara yang panas, ditambah hembusan angin kencang yang menerbangkan debu ke dalam tenda yang mengganggu konsentrasi dan kesehatan para siswa serta guru.

Biasanya, aktivitas sekolah berlangsung hingga pukul 13.00 WITA. Namun kini, proses belajar mengajar diperbolehkan selesai paling lambat pukul 11.00 WITA.

Langkah penyesuaian durasi belajar ini diharapkan dapat menjaga kondisi fisik dan kenyamanan para murid selama masa tanggap darurat pascabencana berlangsung.

Guru menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di SD Inpres Marapokot, Nagekeo, NTT, Selasa (20/10/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO