Foto: Tim Observasi WNI Kru World Dream Berangkat ke Pulau Sebaru

Personel gabungan operasi bantuan kemanusiaan Natuna dan Sebaru bersiap melakukan observasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream.
Pelepasan personel satgas dilakukan langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Laksamana Madya Yudo Margono di Pangkolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/2).
Sebanyak 762 personel yang terdiri dari TNI, Polri, Kemenkes, BNPB, pihak Artha Graha, termasuk ABK KRI, akan diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh ke Pulau Sebaru Kecil di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
Tugas mereka tidak berbeda jauh seperti saat observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Natuna akibat wabah virus corona.
"Jadi ini kita sudah membawa tim kesehatan termasuk dapur lapangan, kurang lebih seperti kemarin yang kita laksanakan di Natuna. Seperti ahli gizi yang nantinya akan cek setiap makanan mereka. Termasuk Yonkes (Batalyon Kesehatan) yang setiap saat pagi maupun sore akan mengecek kesehatan mereka. Termasuk peralatan untuk observasi apabila terjadi suspect dan heli emergency apabila sewaktu-waktu diperlukan semuanya," kata Yudo.
Sebanyak 188 WNI yang merupakan ABK kapal World Dream akan dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil dengan menggunakan KRI Soeharso di perairan internasional, dekat Bintan, Kepri.
Para WNI itu akan menjalani observasi selama 14 hari di pulau tak berpenghuni di wilayah Kepulauan Seribu itu.
Nantinya Pulau Sebaru akan menjadi daerah ring I observasi, sedangkan ring II adalah sebuah kapal laut yang sandar di Sebaru.
