News10 Juni 2020 15:38

Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD

Konten Redaksi kumparan
Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD  (809736)
Pekerja mengenakan pelindung wajah saat memangkas rambut pelanggan di sebuah pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/6). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Seorang pekerja mengenakan alat pelindung diri (APD) saat memangkas rambut pelanggan di salah satu tempat pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
Pemerintah Malaysia mulai melonggarkan serangkaian peraturan pencegahan virus corona. Warga mulai bisa berbelanja hingga ke salon kecantikan.
Barbershop, salon penata rambut dan salon kecantikan di Malaysia sudah mulai beroperasi pada Rabu (10/6).
Sejumlah peraturan kesehatan wajib diterapkan seperti penggunaan masker dan sarung tangan bagi pelanggan.
Hal tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona di masyarakat.
Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD  (809737)
Pekerja mengenakan APD saat memangkas rambut pelanggan di sebuah pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/6). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD  (809738)
Pekerja memangkas rambut pelanggan di sebuah pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/6). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD  (809739)
Pekerja memangkas rambut pelanggan di sebuah pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/6). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Foto: Tukang Pangkas Rambut di Kuala Lumpur Gunakan APD  (809740)
Seorang pelanggan mengenakan masker saat mengantre di sebuah pangkas rambut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/6). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
---------------------------------------
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white