Foto: Wabah Korela Merajalela di Sanaa, Yaman

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat perawatan penyakit korela di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
zoom-in-whitePerbesar
Tempat perawatan penyakit korela di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi

Wabah kolera di Yaman terjadi sejak 3 tahun yang lalu. Tepatnya dimulai bulan Oktober 2016. Walaupun wabah tersebut sempat mereda, wabah itu muncul kembali sejak 27 April 2017.

Dokter yang berasal dari Yaman, Mohammed Abdul-Mughni menjelaskan kasus wabah kolera ini merupakan sebuah bencana besar bagi negara yang dilanda perang bertahun-tahun dan tidak banyak memiliki staf medis.

Dua minggu setelahnya, kolera juga membunuh Dokter Mohammed Abdul-Mughni.

Abdul-Mugni telah bekerja di pusat perawatan diare, di salah satu Rumah Sakit Sanaa. Ia harus melayani 120-150 kasus yang datang tiap harinya.

Dokter Mohammed Abdul-Mughni. Foto: Reuters
Seorang anak yang bernama Zeinab (3 tahun) yang terinfeksi kolera di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman.. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Seorang perempuan yang berusia lanjut terinfeksi penyakit korela di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Seorang anak yang bernama Zeinab (3 tahun) yang terinfeksi kolera di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Sejumlah perempuan berada di pusat perawat Korela di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Seorang perempuan yang berusia lanjut terinfeksi penyakit korela sedang diperiksa di Rumah Sakit al-Sabeen, Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Seorang pria menyemprotkan anti-korela di Rumah Sakit al-Sabeen, Yaman. Foto: REUTERS/Khaled Abdullah

Kolera menyebabkan banyak diare dan kehilangan cairan yang dapat membunuh dalam waktu beberapa jam.

Anak-anak, orang tua dan mereka yang lemah karena gizi buruk selama bertahun-tahun adalah yang paling berisiko terkena dampak kolera ini.

Wabah ini menyebar seperti "Kebakaran Liar", menurut data dari PBB, terdapat 110 ribu orang yang terkena dampak kasus kolera dan 200 orang telah meninggal setiap 3 bulan sekali.

Pembasmian wabah korela di Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Anak-anak bermain di air di kolam limbah di tengah peningkatan pasien kolera di Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi
Pembasmian wabah korela di Sanaa, Yaman. Foto: Reuters/Mohamed al-Sayaghi