Foto: Warga Sukabumi Mencari Padi hingga Kambing Usai Longsor

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019).  (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)

Sejumlah warga mencari barang berharga yang masih bisa dimanfaatkan di antara lumpur, Selasa (1/1/2019). Longsor menimpa kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

Warga mengais harta benda mereka yang masih bisa digunakan di antara timbunan lumpur basah. Warga juga memindahkan padi serta kambing yang masih hidup.

Selain warga, Petugas SAR gabungan juga masih mencari dan mengevakuasi korban bencana tanah longsor.

Sejumlah warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019).  (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
Seorang warga memanggul kambing peliharaannya pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019).  (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga memanggul kambing peliharaannya pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
Sejumlah warga bergotong royong memindahkan padi dari lokasi tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga bergotong royong memindahkan padi dari lokasi tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
Petugas SAR gabungan mengangkat kantung jenazah pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019).  (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SAR gabungan mengangkat kantung jenazah pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya melaporkan sebanyak 34 rumah tertimbun. Namun, laporan teranyar per Selasa (1/1), bencana tersebut dipastikan menimbun 30 rumah dengan rincian 32 kepala keluarga atau sekitar 101 jiwa terdampak.

Hingga kini, tercatat 63 warga selamat dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan Ratu. Sementara 15 warga lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Para korban meninggal itu termasuk seorang bayi berusia 3 bulan yang sebelumnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup pada Senin malam, akhirnya meninggal dunia pada Selasa (1/1) pagi. Sementara 20 orang lainnya masih tertimbun.

Personil gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dengan alat berat di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Personil gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dengan alat berat di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
Warga melintas di dekat reruntuhan bangunan akibat tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di dekat reruntuhan bangunan akibat tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
Warga melihat reruntuhan longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat reruntuhan longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)
Petugas gabungan dan warga melakukan evakuasi reruntuhan rumah yang longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas gabungan dan warga melakukan evakuasi reruntuhan rumah yang longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)
Warga mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
Petugas dan warga meninggalkan area longsor saat di guyur hujan di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dan warga meninggalkan area longsor saat di guyur hujan di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara/Agung Rajasa)