FPDIP Klarifikasi Anggota DPR HM Nonton Video Porno: Terima WA, Refleks Terbuka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Pacul. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Pacul. Foto: Dok. Istimewa

Sekretaris Fraksi PDIP DPR, Bambang Wuryanto, angkat bicara soal anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP inisial HM yang menonton video porno saat rapat di DPR.

Pria yang akrab disapa Pacul ini menyatakan bahwa Fraksi PDIP DPR sudah mengklarifikasi hal tersebut ke HM. Kepada fraksi, HM mengatakan video porno terbuka secara tidak sengaja dari ponselnya ketika membuka pesan dari WhatsApp.

“Kita merasa bukan mau menyalahkan. Ini kan, kawan kita ini menerima WA, yang kita klarifikasi dengan fraksi, menerima WA. WA dibuka refleks ternyata ada video itu. Video dibuka isinya itu, difoto di atas, cret,” jelas Bambang Pacul di kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/4).

Pacul pun mengimbau agar legislator lainnya dapat mewaspadai setiap pesan yang diterima melalui ponsel sehingga hal demikian tidak terulang kembali. Ia pun menduga ada skenario tertentu di balik kejadian ini.

kumparan post embed

“Kalau engkau sebagai orang politik, kalau dikau sebagai orang politik ini bisa diduga ini modus operandi. Saya ini perlu sampaikan terutama pada kawan-kawan anggota dewan yang lain juga untuk berhati-hati membuka seperti itu. Langsung bisa difoto memang sudah diincar orang masuk misalnya,” sebut dia.

Terlebih, anggota DPR merupakan pejabat tinggi negara yang kerap menjadi sasaran pihak tertentu dalam rangka pembunuhan karakter. Misalnya dengan sengaja merekam kejadian yang tidak disengaja dilakukan dan kemudian mempublikasikannya.

“Tapi mungkin kawan wartawan ada yang bekerja sama dengan seseorang (untuk) membunuh karakter, character assassination. Saya kan juga dibegituin. Siapa pun anggota bisa dibegituin. Karena kami adalah high profile, pejabat tinggi negara,” tandas Ketua Komisi III DPR tersebut.