Frustrasi Relawan di Tengah Kelaparan Gaza: Saya Merasa Tak Berdaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Jabalia, di Jalur Gaza utara, 14 Mei 2025. Foto: REUTERS/Mahmoud Issa
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Jabalia, di Jalur Gaza utara, 14 Mei 2025. Foto: REUTERS/Mahmoud Issa

Blokade bantuan kemanusiaan ke Gaza oleh Israel membuat frustrasi pekerja kemanusiaan di sana. Mereka menyebut, tiga bulan blokade menciptakan situasi horor.

Pengakuan itu disampaikan seorang relawan di Khan Younis, Nihad Abu Kush. Dia adalah satu dari belasan relawan yang diwawancarai kantor berita Associated Press di Gaza.

Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan di tengah krisis kelaparan akibat konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis (2/1/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS

Nihad mengatakan, setiap pagi ada sekitar dua ribu orang menuju tempatnya bekerja untuk menunggu bantuan makanan.

Dia menceritakan, setiap harinya antrean warga sampai sudah tak terlihat datangnya. Yang ada hanya massa dalam jumlah besar yang ketakutan tak dapat bantuan makan.

“Saya merasa tidak berdaya karena jumlahnya terus bertambah setiap hari. Saya melihat wajah mereka dan saya tidak dapat berbuat apa-apa,” kata Nihad seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Nihad kemudian mengatakan, belum lama ini dirinya memberikan jatah makannya kepada seorang anak Gaza yang sedang menunggu makanan.

Seorang pekerja dapur umum membagikan makanan kepada warga Palestina, di tengah krisis kelaparan akibat konflik antara Israel dan Hamas yang terus berlanjut di Jalur Gaza utara, Kamis (15/8/2024). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

“Saya berada di antara seribu orang yang tidak mendapat apa-apa,” ucap Nihad.

Relawan lainnya dari Oxford, Mahmoud al-Saqqa, menyampaikan kesaksian yang memilukan. al-Saqqa mengungkap saking sulitnya makanan orang tua di Gaza sampai mencari makanan di tumpukan sampah.

“Kami melihat kelaparan dari mata mereka,” kata al-Saqqa.