G7 Tingkatkan Tekanan ke Rusia untuk Hentikan Perang Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Mark Carney, Presiden AS Donald Trump dan PM Inggris Keir Starmer di KTT G7 di Kananaskis, Alberta, Kanada, Senin (16/6/2025) lalu. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Mark Carney, Presiden AS Donald Trump dan PM Inggris Keir Starmer di KTT G7 di Kananaskis, Alberta, Kanada, Senin (16/6/2025) lalu. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Pemimpin G7 sepakat untuk mengintensifkan tekanan terhadap Rusia agar menghentikan perang di Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun, Selasa (16/6).

Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Rusia harus menyepakati penghentian perang. Jika tidak, AS akan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Presiden AS Donald Trump tiba untuk menghadiri selingan musik sebelum makan malam gala sebagai bagian dari KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Selasa (16/6/2026). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS

KTT G7 digelar di Evian, Prancis. Selain para pemimpin negara anggota, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut hadir.

Sebelumnya, Zelensky mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dengannya di sela-sela KTT G7 di Prancis. Namun, Putin tidak memberikan respons atas ajakan tersebut.

Zelensky kemudian memanfaatkan KTT G7 untuk bertemu Trump. Usai pertemuan, Trump menekankan bahwa Rusia harus mengakhiri perang.

"Rusia harus membuat kesepakatan untuk menyudahi perang melawan Ukraina," ujar Trump seperti dikutip AFP.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri wawancara konferensi video dengan Alessandra Galloni, Pemimpin Redaksi Reuters, selama KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Selasa (16/6/2026). Foto: Denis Balibouse/REUTERS

Trump kemudian menyoroti banyaknya korban yang jatuh dari kedua belah pihak akibat pertempuran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perang di Ukraina merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Semua ini konyol. Jadi, ya, saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk membantu mengakhiri perang," ujar Trump.

Ia juga mengancam akan segera memberlakukan kembali sanksi terhadap sektor minyak Rusia. Sebelumnya, AS sempat melonggarkan sanksi tertentu bagi kapal-kapal kargo Rusia yang sudah berada di laut.

"Segera kita akan dapat melakukan itu karena minyak sekarang mengalir melalui Selat Hormuz setelah kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah," kata Trump.