Gadis di Bekasi Dipukuli-Ditendang Senior, Diancam Jangan Cerita

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku penganiayaan. Dok: Pribadi/Khaerul Anwar
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku penganiayaan. Dok: Pribadi/Khaerul Anwar

Gadis remaja dianiaya oleh sesama gadis yang diduga merupakan seniornya di lingkungan tempatnya tinggal.

Penganiayaan itu terjadi di Danau Duta Harapan Kota Bekasi, Kamis (4/4), namun baru diketahui pada Rabu (10/4).

"Korban itu keponakan saya, dia baru cerita pas lebaran," kata Khaerul Anwar.

Menurut Khaerul, sebagaimana penuturan korban, penganiayaan itu bermula dari korban yang mengunggah foto kue pancong di status WhatsApp.

Seniornya itu melihat lalu menitipkan uang untuk membelikan kue pancong.

"Selang satu hari mau dibeliin ternyata warung kue pancongnya tutup, difotoin juga warungnya," kata Khaerul.

Uang itu lalu dikembalikan.

Ternyata, seorang senior lain kemudian marah dan melakukan kekerasan.

3 Kali Penganiayaan

"Si E (senior yang menganiaya) enggak terima karena korban enggak tepat waktu, awalnya dipukulin di rumah M (senior yang menitip-belikan pancong), kedua di Perwira Sari," kata Khaerul.

Penganiayaan ketiga terjadi di Danau Duta.

"Di Danau Duta keponakan saya diajak main sama temanya yang entah sekongkol atau gimana, sampai di sana malah dipukul, ditendang, digamparin, ada temennya juga yang videoin," kata Khaerul.

Diancam Jangan Cerita

Usai peristiwa di danau itu, korban diancam jangan cerita.

"Diancam sama pelaku tidak boleh cerita, pas lebaran baru cerita, keluarga sudah buat lapor kepolisian," ujar Khaerul.

Polisi Usut

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Kasusnya masih dalam penanganan penyidik," ujar Firdaus.

Ilustrasi bullying. Foto: CGN089/Shutterstock