Gaduh Demo Tolak PPKM di Bandung: 150 Orang Ditangkap; 3 Positif COVID-19

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi demo mahasiswa hingga pedagang di Balkot Bandung, demo tolak perpanjangan PPKM. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aksi demo mahasiswa hingga pedagang di Balkot Bandung, demo tolak perpanjangan PPKM. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah orang terdiri dari mahasiswa, pedagang, dan ojek online menggelar aksi di Balai Kota Bandung pada Rabu (21/7). Dalam aksi tersebut, massa meminta pemerintah membatalkan perpanjangan kebijakan PPKM.

PPKM yang ditetapkan pemerintah dinilai tak berhasil mengendalikan angka kasus COVID-19 dan malah menyengsarakan masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat kasus kumulatif COVID-19 di RI mencapai 2.983.830 kasus. Sedangkan kasus aktif mencapai 549.694 orang.

Aksi demo mahasiswa hingga pedagang di Balkot Bandung, demo tolak perpanjangan PPKM. Foto: Dok. Istimewa

Terlihat, massa aksi itu ada yang datang mengenakan jaket almamater dan pakaian ojek online. Informasi yang dihimpun, dalam aksi itu sempat terjadi gesekan.

Massa berkumpul di Jalan Wastukencana lalu secara bergantian menyampaikan aspirasi. Seorang pedagang mengaku merasa dirugikan akibat adanya pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

"Kami merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini. Kontrakan tetap harus dibayar, tidak ada keringanan di PPKM ini," kata dia.

kumparan post embed

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang PPKM darurat, yang sudah berlangsung sejak 3-20 Juli 2021. Namun kini tidak menggunakan istilah PPKM darurat tetapi PPKM level 4.

Berikut rincian penerapan PPKM di Jawa Barat:

PPKM Level 3

Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

PPKM Level 4

Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.

Sejumlah pemuda yang mengikuti aksi di Balai Kota Bandung diamankan oleh polisi. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

150 Orang Ditangkap dan 3 di Antaranya Positif COVID-19

150 orang didominasi pemuda diamankan oleh polisi usai demo rusuh di Balai Kota Bandung. Mereka lalu menjalani swab/rapid test antigen.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, tiga orang dinyatakan positif atau reaktif corona hasil rapid test antigen. Kini, pemeriksaan masih berlangsung.

"150 orang itu ada yang positif juga setelah kita lakukan swab antigen, ada yang reaktif sekarang masih berjalan dan hasil sementara untuk swab antigen ternyata baru dimulai, sudah tiga orang dinyatakan reaktif," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya.

Hasil itu, menurut Ulung, sangat rawan dan menandakan potensi penularan corona yang diakibatkan kerumunan begitu tinggi. Di antara 150 orang itu, kata dia, banyak yang tak mengenakan masker sehingga polisi langsung memberikan masker.

"Artinya memang kerawanan dalam kerumunan itu sangat tinggi sekali, menyebarkan penyebaran COVID-19 itu, mereka seolah tidak ada COVID-19, dan tidak pakai masker," ucap dia.

kumparan post embed

150 orang itu terdiri dari anak SMP, SMA, mahasiswa, hingga pengangguran. Mereka awalnya ikut demo menolak perpanjangan PPKM bersama massa ojol dan pedagang.

Aksi mulai tak kondusif, massa ojol dan pedagang pun akhirnya memisahkan diri karena takut mengganggu ketertiban. Sementara massa perusuh long march ke Gedung Sate, menutup jalan, hingga merusak fasilitas publik.

Selain itu, ada lima orang yang kedapatan membawa bom molotov. Beruntung barang berbahaya itu belum sempat dilempar dan kini telah diamankan polisi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik Dirut RS Hasan Sadikin, Nina Susana Dewi, sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

Ridwan Kamil Minta Masyarakat Bersabar, Bantuan Sosial Sudah Cair

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi aksi demonstrasi menolak PPKM yang berakhir ricuh itu.

"Nah, gejolak menolak PPKM juga saya kira kita monitor. Karena sudah saya sampaikan kalau alasan bansos (bantuan sosial) itu Rp 30-an triliun sudah disiapkan oleh pemerintah pusat, total bansos dengan berbagai pintu," ujar Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, bantuan sosial itu akan diberikan kepada masyarakat terdampak.

"Seiring setelah hari Minggu mohon bersabar akan ada PPKM proporsional, akan ada relaksasi bagi daerah yang mengendalikan," tutur Emil.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: