Gaduh di Markas PBB Usai Trump Pidato 57 Menit, Ada Peserta Tinggalkan Ruangan
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam sidang umum PBB 2025 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9) pukul 10.00 waktu setempat atau 22.10 WIB.
Prabowo berpidato dalam urutan ketiga atau setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.
Waktu kepala negara untuk pidato sebenarnya dibatasi hanya 15 menit. Lula yang berpidato pertama memakan durasi 15 menit lebih. Sementara Trump berpidato hampir selama satu jam.
Situasi ruang sidang dari semula kondusif mendadak jadi gaduh. Peserta ramai-ramai keluar dari ruang sidang di Markas PBB.
Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, sempat meminta peserta kembali ke bangku masing-masing. Bahkan mereka sampai membunyikan lonceng berkali-kali agar peserta kembali duduk.
"Tolong duduk, hargai pembicara selanjutnya," kata Baerbock.
Belum diketahui mengapa peserta sidang tahunan PBB ini ramai-ramai bubar setelah Trump pidato.
Setelah beberapa menit ditenangkan dengan lonceng dan pukulan palu sidang, beberapa peserta kembali duduk. Namun, terlihat masih banyak bangku kosong karena peserta yang sudah meninggalkan ruang sidang.
Dalam pidatonya, Trump lebih banyak membanggakan apa yang dilakukannya. Total ia berpidato sekitar 57 menit, jauh dari batas maksimal yang telah ditetapkan.
“Saya selalu mengatakannya, PBB punya potensi sangat luar biasa. Namun, potensinya bahkan belum mendekati potensi tersebut,” sambung Trump yang berpidato panjang lebar.
“Saya mengakhiri tujuh perang, berurusan dengan para pemimpin masing-masing negara tersebut, dan bahkan tidak pernah menerima panggilan telepon dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menawarkan bantuan untuk menyelesaikan penyelesaian masalah tersebut,” papar Trump.
Akhirnya Prabowo Pidato
Akhirnya Prabowo menuju ke podium setelah situasi berangsur kondusif.
Prabowo dalam pidato ini didampingi Didit Prabowo, Menlu Sugiono, Menteri HAM Natalius Pigai hingga Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani yang duduk di kursi delegasi.
