Gagal Kabur Naik Pesawat, Presiden Sri Lanka Cari Jalur Laut
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dikabarkan tengah mempertimbangkan menggunakan kapal patroli angkatan laut untuk melarikan diri dari negara itu, usai imigrasi bandara mencegatnya pada Selasa (12/7/2022).
Para pejabat mengatakan, pembantu militer terdekat sang presiden sedang mendiskusikan rencana tersebut. Mereka dapat membawa dia dan rombongannya ke luar negeri dengan kapal patroli.
Kapal angkatan laut juga membantu Rajapaksa melarikan diri dari Istana Presiden pada Sabtu (9/7/2022). Sebelum diterbangkan ke bandara, Rajapaksa sempat dibawa ke Kota Trincomalee.
"Pilihan terbaik sekarang adalah mengambil jalan keluar laut," ujar seorang pejabat pertahanan, dikutip dari AFP, Selasa (12/7/2022).
"Dia bisa pergi ke Maladewa atau India dan mendapatkan penerbangan ke Dubai," sambungnya.
Pejabat itu menambahkan, Rajapaksa memiliki satu alternatif lain. Dia dapat menyewa pesawat untuk menerbangkannya dari Bandara Internasional Mattala Rajapaksa.
Tanpa jadwal penerbangan internasional, bandara itu menjadi yang paling jarang digunakan di dunia. Akibat permintaan yang rendah, hampir semua maskapai meninggalkan bandara tersebut pada 2018.
Para pejabat mengungkap, Rajapaksa telah mencoba untuk terbang ke Dubai. Namun, petugas imigrasi menolak untuk mencap paspornya di ruangan keberangkatan VIP.
Meski begitu, Rajapaksa bersikeras tidak akan mendatangi fasilitas umum. Sebab, dia mengkhawatirkan bentrokan dengan pengunjung lainnya.
Rajapaksa dan istrinya lantas ketinggalan empat penerbangan yang dapat membawa mereka ke Uni Emirat Arab. Pasangan itu menghabiskan malam di pangkalan militer dekat bandara tersebut.
Sebagai presiden, Rajapaksa memiliki kekebalan dari penangkapan. Dia akan kembali dalam jangkauan hukum tersebut setelah resmi mengundurkan diri pada Rabu (13/7/2022). Menghindari penahanan, Rajapaksa berupaya segera hengkang ke luar negeri.
Rajapaksa telah angkat kaki dari kediaman resminya di Kolombo pada Sabtu (9/7/2022). Puluhan ribu pengunjuk rasa menyerbu dan menduduki gedung-gedung pemerintah selama akhir pekan lalu.
Rajapaksa kemudian mengumumkan pengunduran dirinya. Pria berusia 73 tahun itu menyerah usai menghadapi protes atas krisis ekonomi selama berbulan-bulan.
Selama kerusuhan itu pula, Basil Rajapaksa turut berupaya menyelamatkan diri ke Dubai. Adik bungsu Gotabaya itu mundur sebagai Menteri Keuangan Sri Lanka pada April lalu.
Menyaksikan penyerbuan, Basil mengajukan kewarganegaraan ganda Amerika Serikat (AS). Selepas mendapatkan paspor AS, dia menyewa layanan pramutamu bagi pelancong bisnis.
Namun, Basil menghadapi kebuntuan serupa di bandara.
Para petugas menarik diri dari layanan pramutamu, sehingga dia ketinggalan penerbangannya pada Selasa (12/7/2022).
"Ada beberapa penumpang lain yang memprotes Basil yang naik ke pesawat mereka," lapor seorang pejabat bandara.
"Itu adalah situasi yang menegangkan, jadi dia buru-buru meninggalkan bandara," tambah dia.
