Galon Air Mineral Jadi Andalan Pak Ali Akbar Lindungi Diri dari Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Wabah virus corona menyusahkan semua orang, tak terkecuali sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di Kota Yogyakarta.

Salah satunya adalah Ali Akbar (52). Pria asal Gondolayu, Kota Yogyakarta itu menggunakan galon air mineral sebagai helm untuk melindungi dari virus corona. Dia sehari-hari mengatur lalu lintas di Pertigaan Jalan Taman Siswa, Kota Yogyakarta.

collection embed figure

Helm tersebut dimodifikasi sedemikian rupa oleh Ali. Bagian bawah galon diberi lubang agar muat ke kepala si empunya. Di bagian belakang dia juga menempel pesan penyemangat berisi 'Bersama Melawan Corona'.

Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

"Kalau dari bawah ini kan tidak terlalu panas," ujar Ali menunjukkan galon yang bagian bawah dilubangi saat ditemui kumparan, Kamis (16/4).

Ali menjelaskan, dia membuat helm anti corona ini lantaran masker tidak nyaman digunakan pekerja lapangan seperti dirinya. Terlebih masker hanya bisa digunakan sekali dan ketersediaannya pun semakin langka.

"Ini mengurangi masker. Pakai ini jadi enggak kena apa-apa tidak panas. Kalau pembuangan ini bisa tidak panas. Kalau pakai masker engap enggak bisa bernapas. Ini lebih nyaman," kata Ali yang dalam kesehariannya sering mengenakan batik ini.

Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Ali baru dua hari ini mengenakan helm galon anti corona tersebut. Ide ini muncul ketika dia melihat banyak petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Bermodal bayangan helm APD dia lantas membuatnya dari galon.

Galon yang digunakan pun merupakan galon bekas yang sudah bocor. Dari pada dibuang, galon tersebut lantas dia manfaatkan. Di sisi lain dia juga terbesit keinginan memiliki APD helm pelindung wajah atau face shield agar pekerja seperti dirinya terlindungi.

"Sudah lama sejak corona pakai masker. Terus idenya kemarin kalau begini terus kita ganti masker kan bingung. Pakai ini aja. Kalau masker sekali pakai. Kalau ini bisa dilap disemprot bisa. Rutin cuci," kata dia.

Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

"Nggak pakai peluit (mengatur lalu lintasnya) yang penting kan ada bendera. Pengendara sudah tahu. Sudah dua hari ini pakai ini," kata dia.

Tak bisa dipungkiri, cara unik Ali ini mengundang gelak tawa para pengendara. Ali juga mengakui banyak pengendara yang geli dengan tingkahnya. Namun dia tidak pernah merasa jengkel. Baginya yang terpenting dia bisa membantu para pengguna jalan.

"Yang lewat ketawa mungkin karena unik. Saya tidak ambil hati. Saya di sini dari pagi. Kalau pas sekolah masuk saya sudah mulai itu jam 6 pagi, istirahat jam 12 jam 1 mulai sampai jam 5 sore. Keluar sekolah sama karyawan-karyawan yang bekerja kan macet," kata dia.

Supeltas di Yogya Kenakan Helm dari Galon untuk Tangkal Corona Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Corona juga diakui berimbas pada pendapatan Ali. Jika hari biasa dia bisa mendapat Rp 30 ribu dari sukarela warga, kini penghasilannya semakin tidak menentu. Dia pun berharap pemerintah bisa segera menanggulangi wabah corona ini.

"Wah sepi banget jalanan pendapatan berkurang. Kalau hari biasa bisa Rp 30 ribu kalau corona tidak menentu kadang ada yang ngasih kadang nggak," ujarnya.

"Ya pemerintah harus bisa menyelesaikan kasihan karyawan menganggur kalau gitu anak istri siapa yang ngasih makan apalagi ini karyawan ada yang PHK mau makan apa. Bisa terjadi di rumah anak kelaparan. Semua pemerintah tolong jangan sampai nganggur yang mau di PHK itu. Kasihan dia punya anak istri," pungkas Ali.