Gambaran Mati Listrik Massal pada 2002 yang Disinggung Jokowi

Presiden Joko Widodo sempat menyinggung mati listrik massal yang terjadi pada 2002 saat menyambangi Kantor Pusat PLN di Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Agenda kunjungan tersebut untuk meminta penjelasan PLN terkait terputusnya aliran listrik. Mati listrik sekitar tujuh jam yang melanda Jabodetabek dan sebagian Jabar dan Jateng pada Minggu (4/8).
"Saya tahu peristiwa seperti ini pernah kejadian di tahun 2002, (itu) 17 tahun lalu untuk Jawa dan Bali," ucap Jokowi. Presiden menegaskan, peristiwa tersebut bisa dipakai sebagai pelajaran agar tidak kembali terjadi.
Lalu, bagaimana sebenarnya gambaran mati listrik massal pada 2002 tersebut?
Dalam laporan Majalah Tempo Edisi 16 September 2002, disebutkan, mati listrik massal itu terjadi selama 6 jam mulai dari pukul 17.55 pada Kamis, 12 September 2002. Ledakan gardu induk di Cibinong menjadi penyebab gelapnya Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Banten.
Meski pada Jumat, 13 September 2002 dini hari listrik sudah menyala, namun kembali padam pada pukul 08.00 WIB. Lalu kembali normal seperti sedia kala pada Sabtu, 14 September 2002.
Direktur Utama PLN kala itu, Eddie Widiono menyebut, ledakan di Cibinong terjadi karena hubungan pendek. Akibatnya, pembangkit listrik tenaga uap Surabaya dan Tanjung Priok jebol.
Buntutnya, wilayah Jakarta (kecuali Pusat dan Utara), Banten, Bogor, Karawang, Tangerang, dan Bekasi kehilangan daya 3.900 megawatt atau 72 persen dari total kebutuhan listrik.
Sedangkan gangguan pada Jumat, 13 September 2002 disebabkan kerusakan tranmisi Saguling-Cibinong. Hal tersebut memutus aliran listrik ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat bagian utara.
"Malam itu, ibu kota, yang biasanya kemilau disiram lampu warna-warni, seperti ditelan gelap," tulis salah artikel Tempo yang berjudul 'Saat Gelap Menelan Ibu Kota'.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan, mati listrik massal PLN 2002 mengakibatkan perjalanan kereta api mengalami gangguan. Mesin ATM juga tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. "Bahkan orang ke kantor tanpa mandi," tulis laporan tersebut.
