LIPSUS Vitamin Palsu- Cover Story

Gampangnya Dagang Vitamin Palsu di E-Commerce (2)

2 Agustus 2021 10:40
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pandemi bikin produk kesehatan dicari-cari orang. Tak terkecuali vitamin yang diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh. Ragam vitamin dijual bebas di e-commerce, termasuk yang palsu. Tak susah berdagang segala jenis vitamin di marketplace. Penjual atau merchant tak perlu mengantongi izin operasional sebagai apotek. Tak perlu pula memastikan vitamin yang mereka jual asli dan punya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hanya butuh kurang dari 30 menit untuk memasang produk di e-commerce, baik Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Di Tokopedia, pertama-tama, buatlah akun dan buka toko dengan menyetujui syarat dan ketentuan yang tertera dalam 23 kolom aturan—terdiri dari penjelasan soal aturan transaksi penjualan, pembelian, harga, hingga penarikan dana.
Ada juga aturan soal penjualan obat. Merchant tak boleh menjual obat keras yang memerlukan resep dokter dan tidak memiliki izin edar BPOM. Vitamin masuk kategori ini. Sayangnya, meski aturan sudah ada, pengawasan minim. kumparan mengujinya dengan mencoba memasukkan vitamin D palsu ke daftar jual.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Vitamin D3 dan K2 yang diyakini bisa mencegah COVID-19 menjadi primadona di tengah pandemi. Berbagai merek vitamin tersedia di e-commerce. Apakah ini menjadi celah pemalsuan? Simak selengkapnya di kumparan+
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten