kumparan
1 Maret 2019 21:43

Gandeng Tangan yang Digagas Pendukung Prabowo Gagal Pecahkan Rekor

Pendukung Paslon Capres 02 Prabowo, Salam 2 jari, Magelang
Pendukung paslon capres 02 Prabowo-Sandi menggelar acara bertajuk Gandengan Tangan Terpanjang Salam Dua Jari Prabowo Sandi Se-Indonesia dan Dunia di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pendukung paslon capres 02 Prabowo-Sandi menggelar acara bertajuk Gandengan Tangan Terpanjang Salam Dua Jari Prabowo Sandi Se-Indonesia dan Dunia di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/3).
ADVERTISEMENT
Acara itu sedianya digelar untuk pecahkan rekor sebagai gandengan terpanjang di Indonesia dan dunia. Anang Immamudin, inisiator dan penanggung jawab acara, mengatakan target massa yang ikut untuk pecahkan rekor adalah 100 ribu orang. Jumlah itu, kata dia, berdasarkan perhitungan Museum Rekor Indonesia (MURI).
Namun yang hadir dalam acara itu hanya 3.000 orang. Walhasil, acara gandengan tangan itu gagal pecah rekor. Meski demikian, Anang menyebut antusias relawan pendukung capres nomor urut 02 patut diapresiasi.
"Alhamdulillah sepenilaian kami, ini berjalan sangat lancar, sangat bagus, kondusif," kata dia. "Istilahnya memberi simpati dan empati kepada masyarakat meski ada konsekuensi macet, bagi kami itu bisa diatasi pihak kepolisian".
Acara gandengan tangan itu sejatinya digelar dari Tugu Hitam hingga Kali Putih. Jika mengacu pada ketentuan pemecahan rekor, jarak gandengan tangan harus mencapai 31 kilometer dari titik awal ke titik akhir lokasi. Namun, acara gandengan tangan hanya sampai perempatan lampu merah Semen (Jumoyo) alias setengahnya.
ADVERTISEMENT
Selain karena kurangnya massa yang hadir, acara gagal pecah rekor karena massa pendukung capres nomor urut 01 Jokowi juga sedang mengadakan agenda peresmian posko pemenangan di lokasi yang sama.
“Sebenarnya arahnya ke sana (pemecahan rekor) tapi tadi ada pertimbangan keamanan karena ada dari pendukung 01 meresmikan posko di pinggir Kali Putih itu," ujar Anang. "Pertimbangan keamanan dari pihak kepolisian tidak boleh diblokade dari wialayah Jumoyo sampai ke arah itu”.
Komisioner Bawaslu Kabupaten Magelang M. Yasin Awan Wiranto mengatakan tadinya acara pendukung paslon capres 01 lebih dekat dengan acara yang digelar pendukung paslon capres 02. Namun kemudian dipindah lebih jauh di lapangan Tamanagung.
“Dipindah agar kejadian seperti di Yogya tidak terjadi. Selain itu antisipasi macet,” katanya kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan