Ganjar Bicara dengan Panglima TNI Terkait Relawan Dianiaya di Boyolali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo saat ditemui wartawan di GOR Satria, Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/1/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo saat ditemui wartawan di GOR Satria, Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/1/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo menyesalkan kasus penganiayaan relawannya oleh oknum TNI di Boyolali.

Merespons kejadian itu, ia langsung segera mengontak dan berkomunikasi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

"Agar itu [kasus penganiayaan] bisa diselesaikan," ujarnya saat dikonfirmasi kumparan terkait pembicaraan yang disampaikannya ke Panglima TNI, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/1).

Eks Gubernur Jawa Tengah itu juga menyebut bahwa Kapuspen TNI telah mengaku salah atas peristiwa yang menyeret nama baik TNI tersebut.

"Dan Kapuspen sudah menyampaikan, kan, memang ada kesalahan, jadi dia mengaku salah, kan, maka mau diproses," terangnya.

Sebelumnya, politikus PDIP itu turut prihatin dengan kasus penganiayaan relawannya itu.

"Ada yang ribut di Boyolali, saya terenyuh. Bocah motoran dipukuli oleh oknum TNI, naik motor, dicekel, langsung dipukuli. Langsung kita urus," katanya di Ponpes An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/12).

"Saya minta bantuan teman-teman Komisi 1 [DPR], TPN, dan sudah komunikasi dengan Panglima TNI, KSAD, saya kontak semua," terangnya.

Ganjar juga menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran serius agar aparat tidak berlaku semena-mena terhadap rakyat.

"Ini menjadi pelajaran serius buat kami agar jangan semena-mena. Kalau ada keliru, diproses saja. Tapi, jangan semena-mena terhadap rakyat, jangan bikin rakyat marah," pungkasnya.

Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo menjenguk dua relawannya yang mengalami penganiayaan yang tengah dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Adapun peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (30/12) sekitar pukul 11.19 WIB di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali.

15 orang anggota TNI Raider 408/Sbh kemudian diperiksa terkait kasus penganiayaan ke relawan Ganjar-Mahfud MD. Penyelidikan sementara, penyebabnya terganggu knalpot brong.

Hal itu diungkap Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo dalam konferensi pers di Makodim Boyolali, Minggu (31/12).