Ganjar Buka Pemeriksaan Corona Gratis di Jateng, Begini Caranya

Pemprov Jateng menyiagakan tujuh rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal indikasi penyakit karena Virus Corona (Covid-19), secara gratis. Lalu, bagaimana cara warga dapat memeriksakan diri?
Pertama, warga yang mengalami gejala flu seperti batuk, demam, pusing dan pernah bepergian ke wilayah terdampak Covid-19, dipersilakan memeriksakan diri ke rumah sakit yang ditunjuk. Tujuh Rumah sakit yang melayani pemeriksaan adalah RSUD Tugurejo dan RSJD Amino Gondohutomo di Kota Semarang, RSUD dr Moewardi dan RSJD di Surakarta, RSUD dr Margono Soekarjo di Purwokerto, RSUD Kelet Jepara, dan RSJD dr RM Soedjarwadi Klaten.
Wakil Direktur RSUD Tugurejo Semarang Prihatin Iman Nugroho mengatakan, syarat mengakses layanan periksa indikasi Covid-19, cukup membawa kartu identitas diri. Bisa berupa KTP, SIM atau tanda pengenal lain yang sah.
Selain itu, warga juga mengisi formulir yang telah disediakan. Setelah mendaftar, petugas medis akan melakukan assessment awal, berupa pemeriksan suhu tubuh dan tekanan darah.
"Nah setelahnya ada sesi edukasi. Di sana dijelaskan tanda seseorang terkena Covid-19 atau flu biasa. Kemudian ada tahap pemeriksaan kembali sesuai assessment awal. Lalu ditentukan apakah dia perlu dirawat atau tidak. Datang saja mulai pukul 09.00 sampai 12.00," ucapnya.
Ketika warga dicurigai memiliki risiko, baik dari segi kesehatan maupun riwayat perjalanan, maka akan dimasukan ke kategori lanjut. Dijelaskan Prihatin, ada tiga kategori setelah warga melakukan assesment, yakni menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau tidak termasuk keduanya.
Jika orang tersebut termasuk kategori ODP,maka orang tersebut akan diberi pengarahan untuk melakukan isolasi diri di rumah. Akan tetapi jika dimasukkan dalam kategori PDP dengan perberatan penyakit, maka orang tersebut akan dirawat, pada instalasi isolasi.
"Nah jika tak termasuk keduanya (ODP dan PDP) kami berikan edukasi agar menjalani hidup sehat dan silakan pulang," imbuhnya.
Ia menambahkan, sejak layanan tersebut dibuka banyak warga yang memeriksakan diri ke Pos Kesehatan Covid-19 di RSUD Tugurejo.
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) RSJD Amino Gondohutomo, dr Alek Jusran mengungkapkan hal serupa.
"Kami buka posko Siaga Covid-19 sejak Senin (16/3/2020). Posko untuk masyarakat umum, gratis. Kita sediakan tenaga dokter, perawat, dan penunjang atasi indikasi," kata dr Alex di Semarang, Kamis (19/3/2020).
Menurutnya, dalam posko itu pihaknya mempersilakan masyarakat, terutama yang memiliki gejala panas, batuk kering, sesak nafas, suhu di atas 37,5 derajat celcius, serta habis bepergian dari daerah yang sudah pernah memiliki kasus Corona, untuk mendatangi posko.
Jika ternyata memiliki penyakit dan pernah bepergian ke daerah yang terjangkit, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pertanyaan tersebut ada dalam formulir pemeriksaan yang harus diisi warga di Posko Siaga Covid-19 RSJD Amino Gondohutomo.
Dia menjelaskan, pihaknya hanya melakukan screening hingga batasan curiga. Bila ternyata memang mencurigakan, pihaknya akan merujuk ke rumah sakit rujukan untuk dilakukan swab tenggorok guna penegakan diagnosis pasti Corona. Di posko itu warga akan mendapatkan edukasi seperti agar makan sehat, istirahat, dan mengurangi keluar rumah. Itu untuk memotong rantai penularan.
Di Kota Semarang, ada tiga rumah sakit rujukan yaitu RSUD Tugurejo, RSUP dr Kariadi dan RSUD KRMT Wongsonegoro.
"Bila kami menemukan ada seseorang yang gejalanya mengarah ke sana akan dibawa ke salah satu rumah sakit itu. Akan kita bawa dengan ambulans yang dilengkapi APD," ujarnya.
Adapun di posko itu, terus mengalami peningkatan kunjungan. Dari data yang dicatat, saat hari pertama buka posko ada 25 warga, hari kedua 53 orang, hari ketiga 125 orang, dan hari keempat sekitar 137 orang. "Jadi respons masyarakat bagus," imbuhnya.
Posko beroperasi setiap hari kerja dari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 WIB. Pada Jumat dari pukul 09.00-11.00 WIB. Pihaknya akan terus membuka posko hingga batas waktu yang belum ditentukan atau sampai wabah ini diputuskan selesai.
Dia mengajak masyarkat jangan panik, jangan keluar kalau tidak penting benar, kalau memang harus pertemuan atau berkumpul harus berjarak, cuci tangan dengan air sabun dan sering, hindari sentuhan langsung seperti salaman, menjaga kondisi tubuh, makan bergizi, dan istirahat cukup.
Sedangkan untuk petugas yang berjaga meliputi perawat dan dokter juga diminta untuk menjaga kesehatan.
"Yang berhadapan langsung kita sediakan makanan tambahan, biar maksimal. Seperti jus jambu, vitamin. Kita harus yakin kondisi fit," tambahnya.
Seorang warga yang ikut pemeriksaan di posko itu, Nurani Yuliati (39) mengaku bersyukur ada antisipasi dari pemerintah. Dia sebelumnya mendapat arahan dari Pemerintah Kelurahan Sendangguwo yang sedang inventarisasi warga, terutama yang baru pulang dari Bali atau luar negeri untuk cek kesehatan di Posko Siaga Covid-19.
"Demi kesehatan bersama, saya lakukan saja. Saya habis dari Bali," kata warga Gemah Permai Regency Semarang ini.
