Ganjar Harap Masjid Sheikh Zayed Solo Jadi Pusat Kajian Ilmu-Penyebar Toleransi
ยทwaktu baca 2 menit

Masjid Sheikh Zayed yang berlokasi di Jalan Ahmadi Yani, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, telah diresmikan Presiden Jokowi dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed Al Nahyan atau MBZ pada Senin (14/11) pagi.
Masjid yang memiliki luas 8.000 meter persegi itu memiliki warna bernuansa putih dan emas. Masjid ini juga merupakan replika dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi, UEA.
Masjid Sheikh Zayed adalah hadiah dari MBZ untuk Jokowi. Masjid ini dapat menampung 10 ribu jemaah dan menjadikannya sebagai masjid terbesar di Solo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turut mendampingi Jokowi saat peresmian, menyampaikan kekagumannya pada arsitektur megah masjid tersebut. Fasilitas di dalamnya pun lengkap seperti ruang VIP, perpustakaan seluas 20 meter persegi hingga basement.
Dengan segala kemodernannya, Ganjar berharap Masjid Sheikh Zayed ke depannya dapat menjadi pusat pembelajaran, pengkajian, dan hal-hal yang bersifat menciptakan moderasi maupun toleransi beragama.
"Saya berharap masjid ini menjadi pusat untuk memoderasi segalanya, sehingga masjid ini bisa menjadi center of excellent. Masyarakat berdiskusi, membedah sesuatu," kata Ganjar usai peresmian.
Tak hanya itu, dengan daya tampungnya yang mencapai 10 ribu jemaah itu, diharapkan Masjid Sheikh Zayed dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Ganjar juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan merawat Masjid Sheikh Zayed secara bersama-sama.
"Tentu saja yang terpenting fungsi utamanya sebuah masjid untuk tempat beribadah dengan kapasitasnya yang sangat banyak, mencapai 10 ribu jemaah," ucap Ganjar.
