Ganjar Harap Tak Ada Politik Identitas di Pilpres 2024

Bacapres Ganjar Pranowo berharap kerukunan umat beragama bisa terus terjaga jelang Pilpres 2024. Dia berharap tidak ada politik identitas dalam pemilu mendatang.
Hal itu disampaikan Ganjar usai mendapat wejangan dari eks Ketum PBNU Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Kamis (5/10).
"Seperti beliau (Said Aqil sampaikan), muslim menggunakan Islam Nusantara-nya, basis kebudayaannnya, saling menghormati, saling menghargai, kalau itu terjadi maka kita nyaman ya," kata Ganjar usai pertemuan.
"Itu Islam yang benar," tambah Said Aqil.
"Jadi enggak perlu pakai politik identitas," timpal Ganjar.
Sementara, Said Aqil berharap Ganjar bisa mengedepankan gagasannya soal Islam Nusantara apabila menjadi presiden. Yakni Islam yang berbasis pada budaya Indonesia.
Jika pendidikan, peradaban, dan budaya maju, maka ia meyakini Indonesia bisa seperti Madinah.
"Silakan cari ilmu ke Arab, saya di Arab 13 tahun. Tapi yang saya bawa ilmunya, S1-S3, bukan jenggotnya, apalagi gamisnya," kata Said saat memberikan wejangan ke santri ponpes bersama Ganjar.
"Budaya kita jauh lebih mulia. Silakan sekolah di Eropa, Amerika, Australia, tapi jangan bawa budayanya. Bawa wiski gitu, mabok di alun-alun. Teknologinya diambil, jangan budayanya," imbuhnya sambil tertawa.
Said Aqil berharap Ganjar punya niat dan cita-cita yang baik untuk menjadi presiden. Ia pun mendoakan jalan Ganjar dilancarkan.
"Insyaallah Pak Ganjar dapat ridho Allah, dapat barokah kiai, tokoh agama, Insyaallah punya cita-cita yang baik," kata Said Aqil.
"Manusia punya kecerdasan di otak. Kedua, kekuatan, cita-cita, kemauan, adanya di liver. Terakhir hembusan dari Allah, qalbu, atau hati, tempatnya iman," pungkas dia.
