Ganjar Ingin Pemilu Tak Diwarnai Kecurangan: Bisa Menjadi Nokta Hitam Demokrasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjar Pranowo di acara Pembekalan PMI ke Korea Selatan di Hotel El Royale, Kepala Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ganjar Pranowo di acara Pembekalan PMI ke Korea Selatan di Hotel El Royale, Kepala Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Capres Ganjar Pranowo berharap pemilu ke depan netral dan tak diwarnai kecurangan. Ia meminta KPU betul-betul mengawasi jangan sampai demokrasi dicederai.

"Saya yakin KPU akan mampu melakukan itu, saya yakin aparatur juga melakukan itu sehingga ketika semuanya bisa pada tugas dan fungsi pokok yang adil, yang bisa menjalankan dengan baik," kata Ganjar di KPU, Selasa (14/11).

"Yang mesti netral juga netral, maka kontestasinya akan menarik. Tapi kalau tidak, maka ini akan menjadi sebuah catatan nokta hitam dalam demokrasi," imbuh dia.

Ganjar mengatakan pihaknya sudah mulai membentuk satgas untuk mengawal ketidaknetralan selama pemilu. Ke depannya, Ganjar menyebut juga akan membuka layanan agar masyarakat bisa melapor terkait netralitas ASN dan TNI/Polri.

Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD usai pengambilan nomor urut Capres Cawapres di KPU RI Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Sudah. Di kita sudah dan sekarang partai-partai kita juga kita minta untuk membuat satgas itu," ujar dia.

"Dan kita akan buat nanti semacam nomor atau platform untuk masyarakat bisa mengadu sehingga kita bisa fair," lanjut dia.

Ganjar pun optimis pengawasan serupa akan dilakukan paslon Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran.

"Ya ternyata kan tadi juga pasangannya AMIN menyampaikan (perhatian soal) itu, pasangannya Pak Prabowo juga menyampaikan itu," tandas Ganjar.