Ganjar: Jangan Hanya Surveillance COVID-19, Pastikan Balita Dapat Vaksinasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Pemprov Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Pemprov Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti sistem pelayanan puskesmas di Kabupaten Purworejo. Menurut Ganjar, tim dokter puskesmas di Purworejo melakukan survei pencegahan COVID-19 dengan tetap memperhatikan kesehatan ibu hamil dan balita.

"Pagi saya nengok dulu ke puskesmas, apakah bisa melakukan tracing dengan baik, apakah kemudian surveilance cukup, nah ternyata di Kabupaten Purworejo ini ada perintah dokter puskesmas ini penting. Kenapa saya katakan bagus, kenapa surveilancenya bagus, mereka melakukan survei dalam konteks COVID-19," ujar Ganjar saat paparan di Rakorbidnas Bidang Kelautan DPP PDIP secara vitual, Rabu (7/10).

"Ngintip orang hamil, apa yang diperiksa kandungannya, bagus apa tidak, ada penyakitnya apa tidak. Maka dalam konteks hari ini sangat bagus saja," lanjut Ganjar. Menurut Ganjar, pengawasan terkait penularan COVID-19 bisa dilakukan dengan cara pengecekan terhadap ibu hamil hingga tetap terus bisa memberikan vaksinasi kepada balita. Tujuannya, agar kesehatan janin dan tumbuh kembang balita serta gizinya terjamin dengan baik di tengah pandemi corona.

Petugas Kesehatan mendampingi salah satu relawan saat pemeriksaan kesehatan untuk pelaksanaan uji klinis Vaksin COVID-19 di Puskesmas Dago, Bandung, Selasa (11/8/2020). Foto: Novrian ARbi/Antara

"Maka kita minta jangan hanya surveillance terkait dengan COVID-19, tetapi pastikan balita kita mendapat vaksinasi, ibu hamil diperiksa. Pastikan gizinya bagus sehingga bisa mencegah stunting," ujar Ganjar. Terkait dengan vaksinasi balita, sebelumnya anggota tim komunikasi Satgas COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengungkap masih banyak anak-anak di Indonesia belum diimunisasi dasar di masa pandemi corona. Hal ini harus menjadi perhatian bersama.

"Nah sambil menunggu vaksin COVID-19 tersedia kita tetap disiplin dengan jadwal imunisasi rutin anak anak kita. Pertama dan yang paling penting imunisasi dasar lengkap, ada 836.993 anak-anak di Indonesia yang belum lengkap imunisasi dasarnya," tutur dr Reisa dalam jumpa pers virtual di Istana Kepresidenan, Senin (5/10).

Imunisasi dasar adalah Vaksin Hepatitis B, BCG, Polio 1, DPT (Diptheria, Pertusis dan Tetanus), Polio 2, dan campak. dr Reisa mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus kompak mengatasi masalah ini. Sebab, imunisasi dasar adalah hak anak-anak.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan