Ganjar: Kami Pancasila, Akui Bhinneka Tunggal Ika, Haram Kampanye SARA

7 November 2023 20:59 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Calon presiden Ganjar Pranowo berdiskusi dengan ratusan kaum Milenial, Generasi Z, hingga mahasiswa di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (5/11/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden Ganjar Pranowo berdiskusi dengan ratusan kaum Milenial, Generasi Z, hingga mahasiswa di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (5/11/2023). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bacapres dari PDIP Ganjar Pranowo mengatakan, isu terorisme dan SARA menjadi salah satu yang ia waspadai dari konflik global.
ADVERTISEMENT
Ganjar menegaskan, masalah ini menjadi perhatian dirinya bersama Mahfud MD di samping lima isu prioritas terkait strategi politik global yakni pangan, maritim, energi, industrialisasi dan perlindungan warga negara Indonesia.
"Dari lima isu prioritas kami dari pangan, maritim, energi, industrialisasi, perlindungan warga negara, namun ada yang belum saya sampaikan isu penting, adalah terorisme. Anti-terorisme penting," kata Ganjar dalam diskusi terkait strategi politik global CSIS di Jakarta Pusat, Selasa (7/11).
Calon presiden Ganjar Pranowo berdiskusi dengan ratusan kaum Milenial, Generasi Z, hingga mahasiswa di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (5/11/2023). Foto: Dok. Istimewa
Ganjar mengeklaim, pihaknya tak akan berkampanye mengandung SARA. Sebab Indonesia harus mengedepankan keragaman.
"Kami negara dasar Pancasila. Kami mengakui perbedaan Bhineka Tunggal Ika. Maka kami haramkan kampanye SARA," ujar Ganjar.
"Republik ini lahir dari banyak suku ras agama sehingga jika banyak yang coba utik kami dengan terorisme, ini kami harus betul-betul lawan," kata dia.
ADVERTISEMENT
Ganjar menambahkan, ia juga akan meningkatkan kewaspadaan terhadap persoalan narkoba. Ia menyadari peredaran narkoba juga melibatkan peran penting internasional.
"Satu lagi drug, narkoba. Ini diskusi dalam karena ini jejaring internasional. Ini catatan penting," pungkasnya.