Ganjar: Kampanye Negatif Enggak Apa-apa, Kampanye Hitam Jangan karena Itu Hoaks

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Halal Bihalal Pemkab Semarang di GOR Pandanara Wujil, Kabupaten Semarang, pada Selasa (23/5/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Halal Bihalal Pemkab Semarang di GOR Pandanara Wujil, Kabupaten Semarang, pada Selasa (23/5/2023). Foto: Dok. Istimewa

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara Pembukaan Bimtek Anggota DPRD Partai Hanura 2023 di Kota Semarang pada Senin (29/5) malam.

Ganjar dalam pidatonya menyinggung terkait masa kampanye di Pilpres 2024.

Ganjar yang saat ini merupakan bakal calon presiden yang akan diusung PDIP ini mengatakan, dirinya tidak melarang kampanye negatif.

"Menurut saya, negatif campaign enggak apa-apa tapi jangan black, karena itu hoaks," kata Ganjar.

"Ini penting adanya harapan dan spirit baru. dan tentu itu perkara yang mampu kita cipkatakan untuk mengobarkan semangat kita dalam meraih kemenangan atau perbaikan keadaan," tutur dia.

Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram. Foto: Koshiro K/Shutterstock

Ganjar kemudian menyinggung perkembangan media sosial yang kini menjadi ancaman bagi media konvensional dan media mainstream.

"Medsos kemudian menjadi rujukan har ini ini, maka media mainstream mendapatkan tantangan dan gempuran yang luar biasa, orang di media mainstream itu latihan, didiklat, ngerti etika jurnalistik," ucap dia.

Lebih jauh Ganjar menuturkan, media sosial sangat bebas. Bahkan, tak jarang kasus penyebaran berita hoaks berakhir damai di atas meterai.

"Kalau nasibnya buruk, cukup dengan tanda tangan permintaan maaf dikasih meterai Rp 10 ribu. Apakah ini baik? Tidak, mereka liar, bebas, kadang (hoaks) diproduksi," tutur dia.