Ganjar Keluarkan Video Manifesto di YouTube: Ajak Adu Gagasan, Bukan Perseteruan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menangis saat berpamitan dengan rakyat Jawa Tengah di acara 'Pesta Rakyat Terima Kasih Jawa Tengah' di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Selasa (5/9/2023) sore. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menangis saat berpamitan dengan rakyat Jawa Tengah di acara 'Pesta Rakyat Terima Kasih Jawa Tengah' di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Selasa (5/9/2023) sore. Foto: Dok. Istimewa

Bacapres Ganjar Pranowo mengeluarkan video bertajuk ManifestoGanjar #1 yang diunggah di akun YouTube-nya @GanjarPranowo, pada Selasa (12/9/2023).

Dalam video itu, Ganjar berbicara demokrasi adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa. Yakni mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, damai, adil berdaulat dan dihormati dunia.

Menurutnya, demokrasi itu diwujudkan melalui kontestasi di pemilu. Karena itu, setiap upaya berdemokrasi harus dilakukan untuk melihat cita-cita yang dirumuskan pendiri bangsa dalam bernegara.

Ganjar Pranowo pun mengajak semua pihak yang berkontestasi di Pemilu 2024 memperhatikan itu, termasuk mengutamakan adu gagasan daripada perseteruan.

“Kita harus mengadu gagasan bukan perseteruan, bubuhkan persatuan bukan perpecahan, merawat kerukunan bukan kebencian,” ujar Ganjar dalam video itu.

video youtube embed

Ganjar menegaskan apa yang diperjuangkan di Pemilu 2024 bukan tentang dirinya. Tetapi untuk masa depan bangsa Indonesia dan juga nasib 280 juta jiwa rakyat Indonesia.

Karena itu, Ganjar mengajak semua yang berkontestasi di Pemilu 2024 untuk tidak mengorbankan kerukunan, kedamaian, dan kesatuan bangsa hanya untuk meraih kemenangan.

“Jangan pernah!” tegas laki-laki yang baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah itu.

Ganjar mengajak semua pihak bersaing secara sehat. Meski berkompetisi, Ganjar mengajak untuk tetap saling bergandengan tangan untuk Indonesia tercinta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) menyapa warga seusai memberikan pidato pada perpisahan bertajuk Pesta Rakyat Terima Kasih Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/9/2023). Foto: Aji Styawan/Antara Foto

Dalam video berdurasi 7 menit itu, Ganjar juga menjelaskan bagaimana pengalaman masa lalunya sebagai rakyat biasa sangat menentukan caranya dalam menjalani hidup, termasuk dalam berpolitik.

Ganjar menceritakan ia dilahirkan di keluarga yang sangat sederhana. Tapi kesederhanaan dan kesulitan masa lalu itu justru menempa dirinya menjadi siapa dia saat ini.

Ganjar belum lupa, bagaimana ibundanya sering harus utang di warung tetangganya yang bernama Mbak Yarni agar dapurnya tetap mengebul. Keluarganya juga pernah diusir dari rumah kontrakan. Bahkan kuliah Ganjar hampir putus karena tak ada biaya.

Ganjar bersyukur dengan apa yang dialami, sehingga ia bisa memahami dan mengerti apa dan bagaimana menjadi rakyat biasa.

Dari pengalaman ini, Ganjar bertekad, jika diberi amanah memimpin bangsa akan berusaha sekuat mungkin agar tidak ada rakyat yang merasakan kesulitan tanpa ada yang peduli.

“Jangan pernah ada. Mimpi saya semua rakyat Indonesia sejahtera dan memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) memeluk istrinya Siti Atiqoh Supriyanti (tengah) disaksikan putranya Zinedine Alam Ganjar (kiri) pada perpisahan bertajuk Pesta Rakyat Terima Kasih Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/9/2023). Foto: Aji Styawan/Antara Foto

Ganjar menegaskan dari keluarganya yang sederhana ia mewarisi nilai kehidupan yang diterapkannya dalam perjalanan hidupnya, termasuk saat terjun ke panggung politik.

“Ini jauh berharga ketimbang harta,” tegas Ganjar Pranowo.

Dari sosok bapaknya, Ganjar belajar tentang keberanian, ketaatan, kerja keras dan setia pada tujuan.

Sedangkan dari ibu, Ganjar belajar kasih sayang, ketulusan, kepedulian dan penghargaan kepada sesama serta ketulusan menjalani kehidupan.

Bapaknya yang pensiunan polisi dan ibunya yang ibu rumah tangga biasa selalu mengajarinya untuk tidak pernah menyerah.

“Kita orang kecil tapi harus mimpi besar. Bapak mengajari untuk tidak pernah menyerah,” ujar Ganjar.

Dalam unggahannya itu, Ganjar juga menekankan pentingnya memuliakan dan melibatkan perempuan dalam membangun negeri ini.

“Kasih sayang dan ketulusan mereka penting untuk membesarkan anak Indonesia punya peran sangat penting bagi masa depan bangsa,” ujar Ganjar.

(LAN)