Ganjar Kenang Tragedi 98: Lihat Jurnalis Asing Tertembak di Depan Trisakti

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bacapres Ganjar Pranowo di Gedung Graha Pena 98, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bacapres Ganjar Pranowo di Gedung Graha Pena 98, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Politikus PDIP sekaligus bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowo menghadiri Pameran Foto Peringatan 25 Tahun Reformasi di Graha Pena 98, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).

Ganjar pun teringat pernah melihat salah satu jurnalis asing tertembak di depan Gedung Trisakti, Jakarta Barat, dalam tragedi Mei 1998. Dia bercerita, kala itu berangkat dari Tanah Abang ke Trisakti.

"Siang lah ya saya dari Tanah Abang 3 tuh, jadi bajuku itu kuning ya bukan merah, saya masih ingat belinya di Tanah Abang. Pas itu maunya ngelayat di Trisakti, ternyata saat itu terjadi kebakaran beberapa tempat," kata Ganjar.

Di tengah perjalanannya, Ganjar melihat sekelompok pemuda berlari mengejar truk tangki. Para pemuda itu kemudian menggunakan kain mencoba membakar truk tersebut.

"Diambilin kain, dimasukkan ke tangkinya, dibakar tapi enggak meledak-meledak, kebakarannya agak lama. Tapi akhirnya terbakar," tuturnya.

Pengunjung melihat pameran seni visual dalam rangka 25 Tahun Tragedi Trisakti di Kampus Trisakti, Jakarta, Sabtu (13/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Tak berselang lama, dia pun melanjutkan perjalannya. Kejadian lain kembali mengejutkan Ganjar. Ia mengaku melihat seorang jurnalis asing tertembak.

"Saya ingat, ada wartawan kalau enggak salah dari Inggris waktu itu motret-motret tembakan der der der. Dia ketembak di depan saya, ada percikan itu, saya kira enggak (tembakan) karet itu," ucap Ganjar.

Ganjar yang terkejut pun langsung membantu menolong jurnalis tersebut sekaligus menyelamatkan diri.

"Akhirnya saya di belakangnya, saya tangkap, saya pinggirin, ada darahnya itu. Saya lari-lari depan Trisaksi," ungkapnya.

"Jadi yang saya ingat kejadian yang agak dramatis itu ya," tutup Gubernur Jateng itu.