Ganjar Mengaku Pernah Kembalikan "Goodie Bag" Berisi Uang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku pernah mengembalikan tas pembungkus suvenir atau goodie bag yang diterima setelah rapat pembahasan proyek pengadaan e-KTP. Tas itu, disebutnya berisi uang.
Ganjar tidak menjelaskan waktu pasti tas berisi uang itu diterimanya. Semula, tas itu dikira berisi buku.
"Waktu itu saya juga pernah terima goodie bag, kami tidak tahu, saya pikir itu isinya buku. Ternyata uang, sontak saya kembalikan," kata Ganjar saat bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Bungur, Jakarta Pusat, (30/3).
Menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini, selain melalui goodie bag, pernah beberapa kali ditawari uang setelah rapat pembahasan proyek e-KTP. Uang itu ditawarkan seorang anggota DPR fraksi Partai Golkar yang sudah meninggal dunia. "Setelah rapat, almarhum panggil saya 'dek-dek ini ada uang' saya langsung bilang ' ndak-ndak usah'," katanya.
Meski mendapat tawaran beberapa kali, kader PDIP itu mengaku masa bodoh dari mana asal uang itu. "Saya berpikir, lebih baik saya tidak terlibat dalam kasus tersebut," ujarnya. Dia pun mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan yang membahas ongkos untuk memuluskan proyek e-KTP.
