Ganjar Minta Kepala Daerah se-Semarang Raya Terapkan PKM

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberi perhatian khusus kepada wilayah Semarang Raya lantaran jumlah kasus positif COVID-19 yang terus meningkat. Sebagai informasi Semarang Raya terdiri dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak.
Untuk itu, Ganjar meminta para kepala daerah di Semarang Raya agar membatasi kegiatan masyarakatnya.
“Banyak evaluasi yang kita lakukan. Kami sedang cek pada sisi kewilayahan dulu. Semarang Raya masih jadi perhatian,” kata Ganjar usai rapat koordinasi penanganan percepatan COVID-19 di kantornya, Senin (6/7).
Tak hanya itu, Ganjar memerintahkan para kepala daerah di wilayah Semarang Raya untuk menerapkann Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Selain itu, rapid test dan tes swab PCR harus dimasifkan.
“Kami sampaikan Bupati (dan) Wali Kota di Semarang Raya buat kebijakan PKM. Lalu masifkan tes baik rapid dan PCR. Kontrol tempat-tempar krumunan dengan seluruh personel yang mampu. Semarang Raya mesti bisa kita tekan,” tegasnya.
Adapun sejauh ini PKM baru diteramkan Pemkot Semarang. Bahkan Pemkot Semarang kembali memperpanjang masa PKM kesekian kalinya. Namun perpanjangan kali ini tanpa periode seperti PKM sebelumnya yakni 14 hari
“Kalau ada hal yang sangat mendesak, misalnya angka (kasus Positif COVID-19) menurun bisa saja PKM di-delete,” kata Walkot Semarang, Hendrar Prihadi, di kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Minggu (5/7).
“Sebaliknya, kalau angka naik terus, PKM akan ditambahi beberapa pasal yang menuntut pengetatan-pengetatan,” sambugnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
