Ganjar Minta Sekolah Awasi Pelaksanaan MPLS: Kekerasan Sudah Nggak Zaman

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau persiapan uji coba sekolah tatap muka di Solo. Foto: Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau persiapan uji coba sekolah tatap muka di Solo. Foto: Pemprov Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta sekolah untuk mengawasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau sebelumnya dikenal masa orientasi siswa (MOS).

Ganjar menegaskan, tidak boleh ada lagi kejadian perpeloncoan dialami para siswa baru. Ia tidak ingin siswa baru menerima kekerasan atau semacamnya seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

"Teriak, kekerasan, udah nggak zaman. Maka ini harus ditinggalkan," tegas dia, Senin (11/7).

Menurutnya di masa pengenalan ini, siswa baru perlu diberikan motivasi yang membangun semangat belajarnya. Selain itu juga didorong untuk berprestasi.

"Agar semangat belajarnya konstan terjaga bahkan ada keinginan atau motivasi untuk berprestasi," tutur dia.

Mantan Anggota DPR RI itu mengatakan, para siswa baru ini bisa dikenalkan pada persiapan menghadapi situasi COVID-19 yang masih tak pasti.

"Siap-siap lebih kreatif lagi, mungkin merdeka belajar juga bisa diterapkan ke anak-anak yang sekolah menengah sehingga mereka punya pengalaman dan itu jauh lebih penting dibanding kalau kita bicara model galak-galakan kaya era zaman saya dulu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Uswatun Khasanah, mengimbau seluruh satuan pendidikan naungan untuk tidak ada kegiatan perpeloncoan.

"Di dalamnya juga terintegrasi muatan antiradikalisme dan intoleransi. Jadi tidak ada dan kita imbau jangan ada yang aneh-aneh," imbuh dia.

Ia menambahkan, hingga kini pemenuhan kuota siswa masih berjalan. Kata Uswatun, sudah 99 persen terpenuhi dari total 217 ribuan kuota siswa.

"Sekolah yang tidak terpenuhi sedikit sekali sekitar 0,75 dan itu di pinggiran semuanya. Dalam waktu lima hari ke depan insyaallah semua nanti terpenuhi," kata Uswatun.