Ganjar Pranowo Sambut Penerbangan Komersial Perdana di Bandara Purbalingga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan pejabat lainnya, momen pendaratan bagi penerbangan komersial pertama di Bandara Purbalingga berhasil dilakukan. Foto: Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.
zoom-in-whitePerbesar
Dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan pejabat lainnya, momen pendaratan bagi penerbangan komersial pertama di Bandara Purbalingga berhasil dilakukan. Foto: Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Disambut hangat oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, pesawat Citilink jenis ATR berhasil mendarat mulus di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Kamis (3/6). Untuk pertama kalinya, pesawat ini berhasil membawa 34 penumpang komersialnya dari Bandara Juanda Surabaya.

Pada Selasa (1/6), Bandara Jenderal Besar Soedirman diresmikan sebagai bandara komersial. Dilanjutkan dengan hari ini yang merupakan momen penerbangan komersial perdana.

Menemani Ganjar, hadir juga Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi serta sejumlah pejabat lainnya untuk merayakan momen bersejarah ini.

Sang pilot dan salah satu penumpang, mendapat kalung bunga dari Ganjar dan Tiwi sebagai simbol kehormatan. Tak hanya itu, di luar bandara, ratusan warga Purbalingga juga ikut merayakan pendaratan pesawat komersil perdana di sana.

Pilot Citilink, Valerie Victor, mengatakan bahwa secara keseluruhan tidak ada kendala saat mendaratkan pesawat di bandara baru itu. Hal ini didukung oleh cuaca di sekitar bandara yang juga bagus.

"Bandaranya sudah bagus, sudah layak semuanya. Dari segi teknis untuk landing dan take off sudah sangat bagus. Tidak ada kekurangan, bagus karena tadi semuanya berjalan lancar," ujar Valerie berdasarkan rilis pers.

Sementara itu, Aditya (35) salah seorang penumpang asal Purbalingga ini mengatakan sangat senang sekali atas terbangunnya bandara di daerah asalnya.

"Senang sekali rasanya. Alhamdulillah, sudah ada bandara di sini, dan kami jadi penumpang pertama. Apalagi, ini disambut langsung sama Pak Ganjar. Senang sekali rasanya," ucap Aditya.

Aditya yang kerja di Surabaya biasanya pulang kampung ke Purbalingga menggunakan moda kereta api atau bus. Kini, dengan fasilitas pesawat, perjalanan yang biasanya ditempuh dengan 9 hingga 10 jam hanya membutuhkan 1 sampai 2 jam saja.

"Sekarang cepat, tadi saja cuma satu jam lebih sedikit. Jadi membantu sekali, lebih cepat. Jadi, saya kali ini mengajak anak saya, baru pulang kampung pertama kali buat anak saya, karena naik pesawat, jadi lebih nyaman saya mengajaknya," katanya bersemangat.

Tak hanya Aditya, sejumlah penumpang yang hendak menaiki pesawat juga sudah tak sabar menantikan kedatangan penerbangan perdana ini di terminal. Salah satunya Linto (41) yang mengajak istri dan anaknya, ia begitu senang saat melihat pesawat yang akan ditumpanginya ke Jakarta telah mendarat.

"Saya mau ke Jakarta, ini baru pertama naik pesawat dari Purbalingga ke Jakarta. Biasanya naik kereta, travel atau bus. Susah sekali, lama waktunya," kata Linto.

Sama seperti penumpang lainnya, perjalanan dalam waktu yang panjang dan melelahkan kini sudah teratasi dengan adanya bandara. Ia juga menyatakan rasa bangganya karena bandara di Purbalingga, kota asalnya, kini sudah dapat beroperasi secara optimal.

"Bangga sekali Purbalingga punya bandara sebagus ini. Sekarang mau ke mana-mana jadi gampang, waktunya lebih singkat dan cepat. Harapannya nanti lebih banyak maskapainya, tidak hanya satu," lanjutnya.

Cerita di Balik Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga

Mendaratnya penerbangan komersial pertama pesawat Citilink di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga pada Kamis (3/6) menjadi momen bersejarah bagi provinsi Jawa Tengah. Foto: Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Mewakili pemerintah provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Ganjar sendiri mengatakan begitu bangga dengan dibukanya Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga sebagai bandara komersil. Sebab, usaha ini merupakan sejarah panjang yang telah puluhan tahun diimpikan.

"Saya senang sekali, hari ini pesawat Citilink berhasil mendarat dari Surabaya. Membawa 34 penumpang dan ini pendaratan pertama komersial di bandara Jenderal Soedirman. Ini mimpi besar sejak puluhan tahun dan hari ini terlaksana. The dream come true," kata Ganjar.

Ganjar ingat betul bagaimana panjangnya proses menjadikan bandara Jenderal Soedirman sampai seperti saat ini. Pembahasan bandara itu sudah dilakukannya sejak ia masih menjadi anggota DPR RI.

"Sejak saya jadi DPR, sejak pak Triyono masih jadi Bupati. Alhamdulillah, sejarah panjang itu hari ini terwujud dan sudah ada pesawat yang mendarat," ceritanya.

Ganjar berharap, dengan adanya bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, tak hanya masyarakat yang terbantu karena akses perjalanan semakin mudah. Akan tetapi, ia juga ingin bandara baru ini menjadi awal yang baik untuk peningkatan ekonomi di wilayah Jateng bagian tengah.

"Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk peningkatan ekonomi di wilayah ini. Tak hanya Purbalingga, tapi juga daerah sekitarnya seperti Banjarnegara, Banyumas, Pemalang, Cilacap, Kebumen dan lainnya," pungkas Ganjar.

Sampai saat ini, maskapai yang siap melakukan penerbangan adalah Citilink dengan perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya - Purbalingga - Halim Perdanakusuma Jakarta. Jadwal penerbangan dilayani seminggu dua kali, yakni Kamis dan Sabtu.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah