Ganjar Pranowo soal OTT Bupati Kudus: Malu Betul, Ini Orang Nekat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan siap memfasilitasi KPK untuk membuka kantor perwakilan pertama di luar DKI Jakarta.
Pernyataan Ganjar merupakan respons dari OTT Bupati Kudus M Tamzil. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, adanya perwakilan KPK di daerah dapat memperkuat langkah preventif tindak korupsi.
"Sejak awal saya memimpin Jateng, saya sudah usulkan agar mesti ada perwakilan KPK di daerah. Jateng siap memfasilitasi itu dan menjadi provinsi pertama yang memiliki perwakilan KPK di daerah," kata Ganjar di alun-alun Wonosobo, Sabtu (27/7).
Ganjar menambahkan, penahanan Tamzil adalah tindakan memalukan bagi Provinsi Jawa Tengah.
"Ini memalukan, saya dan semua masyarakat Jateng malu. Malu betul. Saya katakan ini orang nekat dan cenderung ndableg, sudah diawasi ketat delapan institusi dan keterbukaan masyarakat, masih ada praktik korupsi terjadi," tegasnya.
Dia menjelaskan, memang menaruh perhatian serius kepada Tamzil. Sebab, Tamzil sudah pernah tersandung kasus korupsi sebelum terkena OTT Jumat (26/7) lalu.
"Kudus ini unik, karena bupati terpilihnya pernah mengalami hal serupa. Kalau seperti ini kan dia jadi residivis," pungkasnya.
"Hanya Jateng yang setiap kepala daerah diikutkan pelatihan antikorupsi di KPK. Namun ternyata, sikap individu, pikiran, mindset dari masing-masing individu itu sulit. Nek wis dikandani angel (kalau sudah diberitahu, sulit), dilatih ndak bisa, maka OTT menjadi obat mujarab," tegasnya.
OTT Bupati Kudus diduga terkait jual beli jabatan di pemerintahan setempat. KPK mengamankan Bupati Kudus, M Tamzil dan delapan orang lainnya, serta uang Rp 200 juta.
