Ganjar Respons Isu Jokowi Coba Buka Komunikasi Lagi dengan Megawati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi: Perang Dingin Megawati-Jokowi. Foto: Adi Prabowo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Perang Dingin Megawati-Jokowi. Foto: Adi Prabowo/kumparan

Hubungan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan retak. Pemicunya karena perbedaan pandangan politik.

Sejauh ini, baik Jokowi dan Megawati tidak pernah menyampaikan keterangan resmi terkait bagaimana hubungan mereka.

Namun, dari sejumlah kegiatan, terlihat Jokowi condong mendukung Prabowo-Gibran. Sementara PDIP jelas, mengusung paslon Ganjar-Mahfud.

Belakangan muncul kabar Jokowi mencoba untuk berkomunikasi dengan Megawati untuk membahas Pilpres 2024. Namun, belum ada respons.

Capres 03 Ganjar Pranowo diminta tanggapan terkait ini. Namun dirinya tidak mengetahui kabar ini.

"Belum tahu, saya belum tahu," kata Ganjar usai menghadiri kampanye akbar di Sidoarjo. Jatim, Minggu (21/1).

Capres nomor urut 03 memberikan pidato saat menghadiri acara Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di GOR Delta, Sidoarjo , Minggu (21/1/2024). Foto: Youtube/Ganjar Pranowo

Hubungan PDIP, Megawati dan Jokowi merenggang di Pemilu 2024. Sebab Jokowi dinilai berubah dan berbeda arah dengan PDIP.

Bahkan dalam HUT ke-51 PDIP pada (10/1), Megawati tidak menyinggung Jokowi dalam pidatonya. Ia justru menyoroti ketidakadilan hingga pengalaman PDIP ketika mendapat penindasan dan diskriminasi dari penguasa.

Presiden Jokowi didampingi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hadiri Rapat Kerja Nasional IV PDI Perjuangan, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9/2023). Foto: Youtube/PDIP

Sedangkan Jokowi terkahir kali hadir dalam acara PDIP pada Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2023).

Megawati kala itu memuji Jokowi yang merupakan kader terbaik partai sudah dicalonkan sebanyak 5 kali oleh PDIP dalam berbagai jenjang.

Jokowi sudah dicalonkan menjadi Walkot Solo selama 2 periode dari PDIP, Gubernur DKI Jakarta, lalu Presiden 2 periode.