Ganjar Sentil Bupati Karanganyar soal Ucapan Omicron Tak Ada: Harus Peduli!
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyentil Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang mengajak masyarakat tidak mempedulikan Covid-19 dan menganggap Omicron tidak ada.
Ganjar meminta kepala daerah untuk memiliki rasa kepekaan dan kepedulian yang tinggi di tengah pandemi COVID-19 yang belum kunjung berakhir.
"Saya kira ya harus peduli. (Tidak ada omicron) bagaimana? Kan angka kematian ada lagi, meski tidak terlalu banyak. Rumah sakit juga mulai penuh. Jadi semua orang harus peduli soal itu," ujar Ganjar saat meninjau vaksinasi di Mal Tentrem Semarang, Rabu (16/2).
Meski begitu, Ganjar mengaku belum mendapat klarifikasi maupun pernyataan langsung dari Juliyatmono terkait pidatonya yang viral itu. Ia juga belum berkomunikasi secara langsung dengan sang bupati.
Termasuk, apakah Ganjar akan menegur dan memberikan sanksi pada Juliyatmono terkait ucapannya itu.
"Ya kalau nanti masyarakatnya jadi tidak disiplin, kita tertibkan semuanya. Intinya harus peduli. Tidak bisa tidak, kita harus taat protokol kesehatan," tegas dia.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang menampilkan Juliyatmono yang meminta warga menganggap COVID-19 varian Omicron tidak ada. Video tersebut dibagikan akun Facebook Faiz Alfatih di Grup 'Budidaya Kambing Sukoharjo Makmur', Selasa (15/02/2022).
Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, Juliyatmono terekam tengah memberikan sambutan berbahasa Jawa di acara pernikahan.
"Mugi-mugi sehat sedaya, yang penting dijaga awake dhewe-dhewe ngono wae ya. Ora usah gagas Omicron opo gagas COVID, anggepen wis ora enek (Semoga sehat semua, yang penting badannya dijaga sendiri-sendiri. Tidak usah mempedulikan Omicron atau COVID, anggap saja sudah tidak ada)," kata pria yang akrab disapa Yuli itu, dikutip dari Bengawan News --partner 1001 media kumparan.
Yuli kemudian memberikan klarifikasinya, dan menyebut ucapannya itu hanya menjadi upaya menyemangati masyarakat lewat gaya bahasanya sendiri.
"Ora perlu ditanggapi, enggak perlu. Saya setiap hari Sabtu atau Minggu mendapat undangan hajatan di mana pun, tidak sekali 2 kali, saya selalu menyemangati,” ungkap Yuli.
"Menangkapnya tidak begitu (dianggap meniadakan varian Omicron). Pesan yang disampaikan, supaya siapa pun tidak boleh terlalu larut dan terganggu pikirannya oleh ketakutan (terhadap Omicron) itu," lanjutnya.
