News
·
3 Maret 2021 16:07

Ganjar soal Kusmiyati Tertipu Rp 200 Juta demi Anak Lolos PNS: Laporkan ke Aku

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ganjar soal Kusmiyati Tertipu Rp 200 Juta demi Anak Lolos PNS: Laporkan ke Aku (28180)
searchPerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (2/3). Foto: Dok. Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons kasus seorang wanita di Grobogan yang bernama Kusmiyati (47) yang tertipu Rp 200 juta demi anaknya lolos jadi pegawai negeri sipil (PNS). Menurut Ganjar, Kusmiyati harusnya tak mudah terbuai dengan bujuk rayu seseorang yang menjanjikan bisa memasukkan anaknya jadi PNS dengan biaya ratusan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
"Ojo percoyo karo calo CPNS (Jangan percaya sama calo CPNS). Wis kalau mau jadi PNS daftar saja baik-baik kalau kemudian ada calo yang nawar-nawari laporke aku," tegas Ganjar Pranowo di kantornya, Semarang, Rabu (3/2).
Ganjar juga telah membuat kanal aduan jika ada masyarakat yang terjebak dalam kasus semacam ini.
"Saya sudah membuat di grup kepala daerah, ayo tampilkan seluruh tempat pengaduan atau komplain yang bisa dihubungi masuk dengan cepat. Tidak hanya urusan penipuan CPNS saja, tapi apa pun yang tidak bisa di-handle dengan cepat. Jadi semua musti hati-hati," kata Ganjar.
Untuk diketahui, kasus penipuan calo CPNS menimpa Kusmiyati Warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Dia menjadi korban penipuan tetangganya sendiri, yakni Mustamir dan Abdul Muiz.
Ganjar soal Kusmiyati Tertipu Rp 200 Juta demi Anak Lolos PNS: Laporkan ke Aku (28181)
searchPerbesar
Kusmiyati, seorang ibu di Grobogan Jawa Tengah memegang kuitansi pembayaran 'uang pelicin' agar anaknya masuk jadi PNS. Foto: kumparan
Keduanya menjanjikan anak sulung Kusmiyati bisa menjadi bidan dengan status PNS tanpa harus melewati tahapan ujian.
ADVERTISEMENT
Namun setelah ditunggu sekian lama, janji itu tidak pernah terwujud. Uang Rp 200 juta yang ia setorkan juga tidak pernah kembali.
Kusmiyati sudah melaporkan kasus ini ke polisi tahun 2017, tapi belum ada tindak lanjut. Pengusaha toko material ini berharap kasus ini segera diusut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020