Ganjar Tolak Timnas Israel U-20, Gibran Fokus Siapkan Venue dan Jamin Keamanan
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung kesuksesan Piala Dunia U-20 tanpa keikutsertaan Timnas Israel. Menurutnya, panitia bisa mengupayakan langkah terobosan agar piala dunia tetap berjalan dengan baik meski Israel tidak main di Indonesia.
Ganjar menegaskan, sikap penolakannya tersebut merupakan sikap seorang kader PDIP dan sesuai prinsip dan amanat Presiden ke-1 RI Ir Sukarno untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mengetahui penolakan Gubernur Jateng Tersebut. Namun demikian, memastikan venue dan persiapan Piala Dunia U-20 berjalan lancar dan aman, meskipun ada statement dari sejumlah gubernur yang menolak timnas Israel ke Indonesia.
"Tugas saya sebagai tuan rumah menyiapkan venue, dah itu saja. Kami pastikan acara berjalan lancar dan aman di Kota Solo,” kata Gibran di Balai Kota, Jumat (24/3).
Ditanya terkait penolakan Gubernur Jateng dan Gubernur Bali terkait timnas Israel ke Indonesia merupakan bagian sikap dari PDIP, Gibran mengaku tidak mendapatkan arahan atau instruksi dari PDIP. Gibran juga tidak mau menanggapi dampak dari penolakan sejumlah gubernur.
"Tugas saya menyiapkan venue dan kami pastikan acara berjalan lancar, wis itu saja," kata dia
Ia pun akan menunggu keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Plt Menpora Muhadjir Effendy. Sejauh ini, kata dia, PSSI menghadiri agenda Kongres FIFA di Rwanda dengan tujuan menindaklanjuti event-event olahraga setelah Piala Dunia U-20 2023.
"Yang jelas penyelenggaraan Piala Dunia U-20 menjadi tolak ukur event berikutnya. kalau U-20 berhasil, Indonesia bisa dapat event yang lebih besar lagi,” kata dia.
Ia menambahkan terkait venue Piala Dunia U-20 Stadion Manahan Solo dari FIFA akan melakukan pengecekan terakhir pada Sabtu (25/3). Pengecekan juga menyasar empat lapangan latihan.
"Semua lapangan yang digunakan Piala Dunia U-20,akan ditinjau. FIFA ke sini (Solo) dulu, sore ke Surabaya,” pungkasnya.
