Ganjar Tunaikan Impian Istri Buruh Tani Renovasi Rumah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Senyum Suryono warga Dusun Randusari, Banyubiru, Kabupaten Semarang penerima progran RTLH di rumahnya. Foto: Intan Alliva/kunparan
zoom-in-whitePerbesar
Senyum Suryono warga Dusun Randusari, Banyubiru, Kabupaten Semarang penerima progran RTLH di rumahnya. Foto: Intan Alliva/kunparan

Ditemani foto Ir Soekarno dan Megawati Soekarnoputri, Suryono (62) bersantai melihat televisi di rumah berdinding merah miliknya. Ia tak lagi waswas ada tikus melintas atau tetes hujan yang menyela dari atapnya.

Suryono tak pernah kepikiran merenovasi rumah berdinding papan, ber-atap anyaman bambu yang ditempatinya itu. Uang dari mana, ia hanya buruh tani sederhana.

Namun dering ponselnya 14 Januari 2022 dari Kepala Desa bak durian runtuh. Ia dikabari menjadi target program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH). Bahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dikabarkan bakal menyambangi langsung rumahnya.

"Saat itu saya betul-betul enggak menyangka kalau akan didatangi Pak Ganjar. Pak kades menelepon saya dapat bantuan dari pemerintah untuk renovasi rumah. Plus didatangi langsung oleh Pak Ganjar," kenang Suryono ditemui di rumahnya, Minggu (8/10).

Kakek 4 cucu itu bercerita, kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Jumat 14 Januari 2022 silam itu lah yang mengubah jalan cerita hidupnya. Suryono ingat betul, saat itu tepat pukul 12.45 WIB atau usai salat Jumat, sang gubernur tiba-tiba menyambangi rumahnya. Rumah dengan kondisi yang memprihatinkan, dengan atap dan dinding penuh lubang.

Ia langsung mengiyakan ketika Ganjar menawarkan bantuan merenovasi rumahnya. Saat itu, Ganjar menitipkan pesan agar pekerjaan merenovasi rumahnya itu digarap bergotong royong. Rumah itu pun selesai diperbaiki hanya dalam waktu 12 hari dari kedatangan Ganjar.

"Setelah Pak Ganjar pulang ada orang dari dinas ngasih saya uang Rp 20 juta dan sembako. Pak Ganjar juga ngasih cucu saya handphone saat itu. Saya lalu minta bantuan tetangga untuk renovasi. Alhamdulillah 12 hari sudah selesai," ungkapnya.

Disela senyum syukurnya, ia juga sempat meneteskan air mata karena renovasi rumah adalah impian mendiang istrinya, Nuryati, yang sudah meninggal tiga tahun lalu.

Ia menceritakan sebelum meninggalkan Suryono dan ketiga anaknya, wanita yang Suryono cintai itu menaruh impian, bisa melihat rumah yang ia tinggali sejak puluhan tahun lalu itu diperbaiki.

Senyum Suryono warga Dusun Randusari, Banyubiru, Kabupaten Semarang penerima progran RTLH di rumahnya. Foto: Intan Alliva/kunparan

Dulu, istrinya kerap mengeluh tikus yang masuk melalui dinding yang bolong-bolong itu, merusak peralatan dapur, dan rumah tangga. Tikus juga mengacak-acak bahan makanan, hingga masakan yang wanita itu masak untuk Suryono dan keluarganya.

"Kalau mbok wedok (ibu) melihat ini pasti senang. Rumah sudah bagus, tidak bocor lagi, sudah rapi. Udah ndak ada lagi tikus yang masuk dinding sudah rapat. Tapi sayang sudah meninggal dulu dari 3 tahun yang lalu," ujarnya sambil mengusap air mata.

Kini, rumah yang terletak di Dusun Randusari, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang itu sudah berdinding batako, tak ada lagi semilir angin menyela. Sementara, atap bambu yang dulu kerap bocor ketika hujan datang, diganti dengan genting, dan plafon yang kuat.

Meski ia kini hidup sendiri, keempat orang cucunya juga merasakan kenyamanan yang sama. Suryono pun tak lagi takut, air hujan akan membasahi mainan atau buku cucunya. Atau foto founding father bangsa, Ir Soekarno dan presiden RI kelima, Megawati.

"Anak saya sudah mentas semua. Tapi setiap hari cucu saya kan saya asuh di sini kalau ibu bapaknya kerja. Ya makan di sini, main di sini atau tidur di sini. Sekarang sudah enggak perlu buru-buru nyari ember atau baskom kalau hujan datang. Cucu saya juga ndak perlu takut kepleset karena atapnya yang bocor," katanya dengan senyuman.

Kini di usia senjanya, Suryono bisa beristirahat dengan nyaman di rumahnya. Di rumah yang hangat, tanpa atap bocor, dinding yang kokoh. Ditemani 3 anaknya dan 4 cucunya yang lucu-lucu.

"Alhamdulillah dulu kan masih pada plompong (bolong-bolong). Sekarang sudah nyaman. Semua sudah diperbaiki. Enggak takut kalau hujan atau angin kencang datang," ucapnya.

Ganjar Pranowo di Bali Nusa Dua Convention Center di Badung, Bali, Jumat (7/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro saat ditemui di kediamannya, mengatakan program RTLH ini tak hanya menyasar Suryono seorang. Di desanya masih ada 30 rumah tak layak huni lainnya yang menunggu untuk direnovasi.

"Sementara di tahun ini baru Pak Suryono yang selesai. Tapi masih ada 30 rumah lain yang jadi target program ini. Tinggal menunggu dananya turun dari pemerintah," terangnya.

Ia pun bersyukur program ini dapat menciptakan senyum bahagia di bibir warganya. Sebab, 30 rumah yang menjadi target RTLH akan direnovasi. Ia berharap tidak ada lagi warganya yang kebocoran ketika hujan datang atau kepanasan ketika matahari panas menyengat.

"Warga kami yang mendapatkan bantuan RTLH ini memang rumahnya tidak layak huni. Kriterianya ya itu, lantai masih tanah, dinding masih papan, bambu atau kayu dan gentingnya sudah tidak layak lagi," tuturnya.

Selain RTLH, di desanya, pemerintah provinsi juga menggelontorkan uang sebanyak Rp 300 juta dalam program bantuan keuangan (bankeu) di tahun ini. Uang ratusan juta itu kemudian digunakan untuk pembangunan posyandu, jalan aspal dan jalan beton atau rabat beton.

"Tahun ini kami dapat bankeu dari provinsi itu nilainya sekitar Rp 300 juta. Untuk menopang sarana dan prasarana desa. Supaya jalan semakin bagus, masyarakat senang, ekonomi dan kesehatan masyarakat semakin membaik," tandasnya.

Di sisi lain, program perbaikan RTLH menjadi prioritas utama dalam program pembangunan yang dicetuskan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tak hanya dari anggaran pemerintah, Ganjar juga menggandeng pembiayaan dari CSR hingga Basnaz. Dengan usaha itu, setiap tahunnya Ganjar menciptakan ribuan senyum bahagia.

Dalam berbagai kesempatan, ia juga meminta masyarakat untuk bergotong-royong, bahu-membahu ikut serta membangun rumah tetangga mereka yang memprihatinkan menjadi layak huni.

"Mudah-mudahan manfaat dan barokah. Saya titip ke tokoh-tokoh masyarakat biar lebih bagus (rumahnya) dan nanti dibantu. Kalau di kampung kan gotong royongnya jalan," pesan Ganjar saat menyambangi kediaman Suryono saat itu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri optimistis bisa merampungkan perbaikan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), pada tahun ini. Hingga Desember 2021, perbaikan RSLH di Jateng dengan menggunakan dana Bankeupemdes APBD telah mencapai 11.152 unit atau 98,76 persen dari total target 11.292 unit.