Ganjar Ungkap Tren COVID-19 di Jawa Tengah Membaik, Minta Tidak Lengah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Rapat Penanganan COVID-19 dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah secara daring, Senin (30/8).  Foto: Pemprov Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Rapat Penanganan COVID-19 dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah secara daring, Senin (30/8). Foto: Pemprov Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kabupaten/kota atas kerja keras menekan laju penambahan kasus COVID-19. Sebab, hasilnya mulai terlihat penurunan kasus hingga hari ini.

Hal itu disampaikan Ganjar, saat membuka Rapat Penanganan Covid-19 dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah secara daring di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (30/8).

Ganjar mengatakan grafik laju penularan COVID-19 di Jawa Tengah menunjukkan tren membaik. Meski demikian, ia meminta semua daerah jangan lengah.

“Sekarang kalau kita lihat gambarnya nyenengke (menyenangkan), grafiknya (penambahan) menurun. Kita juga lihat tren yang mulai baik, tapi jangan lengah dan tetap memantau kondisi ini,” ujar Ganjar.

Petugas saat tes swab COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ganjar juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama antara pemda dengan pemprov dalam hal sinkronisasi data. Ganjar menegaskan, saat ini Jawa Tengah menjadi daerah dengan data yang paling bersih di pusat.

“Saya yang akan mempertanggungjawabkan. Insyaallah data kita paling bersih. Saya terima kasih, panjenengan (Anda) hebat pokoke (pokoknya),” ucapnya.

ICU Mulai Kosong, BOR RS di Jateng Menurun

Ditemui usai rapat, Ganjar mengatakan tren penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Tengah saat ini bagus. Indikasinya, lanjut Ganjar, dari kondisi rumah sakit di daerah yang ICU dan isolasinya mulai kosong.

Alhamdulillah sih sampai hari ini bagus ya. Jadi kalau kita melihat kondisi kita, melihat dari bagaimana daerah-daerah, video-video yang dikirimkan ke saya, apalagi kondisi rumah sakit sih optimistis,” katanya.

Kondisi IGD di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Bahkan, Ganjar mengatakan Rumah Sakit Tugu melaporkan kondisi ICU sudah kosong. Mereka pun telah meminta izin untuk membuka ruang untuk pasien umum.

“Maka sudah diminta di rumah sakit Tugu, 'pak kami mau sampaikan ke publik agar pasien-pasien yang lain sudah boleh masuk' itu tanda saja. Di tempat lain sudah dikirimi, kabupaten-kabupaten bahwa kondisinya membaik,” tegasnya.

Sebagai informasi, per 29 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB, kasus aktif di Jawa tengah sebanyak 9.262 kasus dengan penambahan hariannya 517 kasus positif. Jumlah tersebut rinciannya, kasus dirawat sebanyak 3.274 dan kasus isolasi sebanyak 5.988.

Tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di ICU mengalami penurunan 4,42 persen menjadi 32,31 persen dibandingkan pada 21 Agustus yang mencapai 43,40 persen.

Keterisian isolasi terpusat (isoter) juga mengalami hal yang sama. Saat ini, jumlah pasien isoter di Asrama Haji Donohudan hanya terisi 92 pasien dari total kapasitas 684 tempat tidur. Sementara di BPSDMD hanya terisi 24 pasien dari total kapasitas 216 TT.

“Tapi saya minta ini tetap disiplinnya enggak boleh kendor, agar kita bisa sampai garis finish bersama-sama,” tandas Ganjar.