Gara-gara Buatan AS, 280 Ribu Dosis Vaksin Corona Dikembalikan Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 di Iran. Foto: Majid Asgaripour / WANA / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 di Iran. Foto: Majid Asgaripour / WANA / via REUTERS

Iran mengembalikan sebanyak 820 ribu dosis vaksin corona yang didonasikan oleh Polandia. Tindakan itu diambil setelah Iran mengetahui vaksin itu buatan Amerika Serikat (AS).

Pejabat Kemenkes Iran, Mohammad Hashemi, mengatakan vaksin donasi Polandia diproduksi oleh AstraZeneca. Perusahaan ini dimiliki dikelola oleh Inggris-Swedia.

“Tetapi ketika vaksin-vaksin itu tiba di Iran, kami menemukan bahwa sebanyak 820 ribu dosis yang diimpor dari Polandia merupakan hasil produksi Amerika Serikat,” jelasnya pada The Associated Press, dikutip dari Asharq Al-Awsat.

Warga Iran mengenakan masker untuk mencegah tertularnya virus corona, saat beraktivitas di Teheran, Iran. Foto: WANA/Nazanin Tabatabaee via REUTERS

“Setelah berkoordinasi dengan Duta Besar Polandia untuk Iran, kami memutuskan vaksin-vaksin tersebut akan kami kembalikan,” tambah Hashemi.

Sejak tahun 2020, seluruh vaksin hasil produksi Inggris dan Amerika Serikat telah diberi label ‘terlarang’ oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pria yang memegang wewenang keputusan akhir tentang semua masalah negara ini, dengan tegas menolak impor vaksin-vaksin tersebut ke tanah Iran.

Karena tidak memakai vaksin corona buatan, Iran memilih vaksin yang dibuat oleh China yaitu Sinopharm. Mereka juga menerima vaksin Rusia Sputnik V.

Selain itu Iran sedang mengembangkan vaksin corona produksi lokal COVIran .

Kendati tidak memakai vaksin buatan Barat, tingkat vaksinasi dosis penuh warga dewasa di negara itu sudah mencapai 90 persen. Sebanyak 37 persen di antaranya bahkan telah disuntik booster.

Reporter: Airin Sukono